Meski begitu, kekalahan Shi tetap menjadi kejutan besar, mengingat statusnya sebagai pemain nomor satu dunia.
Usai pertandingan, Shi mengungkapkan bahwa kekalahan tersebut terjadi karena dirinya sedang mencoba menerapkan sejumlah teknik baru dalam permainan.
Sayangnya, eksperimen itu belum berjalan mulus di lapangan.
“Saya sudah berusaha maksimal,” kata Shi Yu Qi, dikutip dari Aiyuke.
“Belakangan ini saya banyak berlatih teknik baru, tetapi belum terlalu terbiasa."
"Kadang saya sendiri bingung harus memukul bola ke arah mana.”
Ia menilai bahwa meskipun hasilnya belum memuaskan, keberaniannya untuk mencoba strategi baru di pertandingan resmi merupakan langkah maju bagi dirinya.
“Setidaknya saya berani menerapkannya di pertandingan. Itu kemajuan yang bagus."
"Terima kasih untuk dukungan para penggemar, saya akan terus berlatih keras,” ucapnya menegaskan.
Kekalahan Shi berimbas besar terhadap hasil akhir tim Jiangsu.
Dari empat partai yang dimainkan, mereka hanya mampu mencuri satu poin lewat pasangan ganda putra Huang Di/Chen Bo Yang.
Sementara dua laga lainnya juga berakhir dengan kekalahan.
Ganda putra Su Wen Jun/Zhu Yan Peng kalah dua gim dari duet tangguh Hong Kong, Tang Chun Man/Lee Chun Hui Reginald, dengan skor 16-21, 16-21.
Dengan hasil itu, Hong Kong memastikan kemenangan 3-1 atas Jiangsu dan menegaskan dominasinya di babak penyisihan grup.
Bagi Shi Yu Qi, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa status pemain terbaik dunia tak menjamin kemenangan jika adaptasi terhadap teknik baru belum sepenuhnya matang.