SportlinkNews - Puasa gelar ganda putri Indonesia di Daihatsu Indonesia Masters berlanjut, setelah dua wakil Merah Putih gagal melangkah ke final pada edisi 2026.
Terakhir sektor ini meraih gelar di turnamen BWF Super 500 pada 2020 lalu lewat pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari, sama-sama belum mampu melewati hadangan lawan masing-masing di Istora Senayan, Sabtu, 24 Januari 2026.
Baca Juga: Jerman Angkat Isu Boikot Piala Dunia 2026 Imbas Polemik Greenland
Rachel/Febi harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, lewat pertarungan tiga gim yang menguras tenaga.
Meski sempat bangkit dan memaksakan rubber game, pasangan muda Indonesia itu akhirnya menyerah dengan skor 12-21, 21-19, 13-21.
Sempat membuka gim penentuan dengan keunggulan cepat 5-1, Rachel/Febi gagal menjaga momentum. Setelah skor kembali imbang, permainan mereka tak lagi berkembang, sementara pasangan Jepang tampil lebih stabil hingga akhir laga.
Baca Juga: Persija Perkuat Skuad, Shayne Pattynama Dikontrak 2,5 Musim
Rachel menilai pertandingan tersebut menjadi pengalaman penting dalam proses pematangan permainan mereka. Ia mengakui faktor ketenangan dan pengambilan keputusan masih menjadi tantangan.
"Ini pengalaman baru buat kami. Pola permainan lawan juga baru pertama kali kami hadapi, tapi kami terlalu terburu-buru. Jadi tidak sempat mengatur ulang strategi di lapangan," ujar Rachel.
Febi menambahkan bahwa tekanan laga semifinal turut memengaruhi fokus permainan mereka. Meski begitu, ia tetap merasakan dukungan penonton Istora sebagai suntikan semangat.
Baca Juga: Hasil Super League: PSM Makassar Remuk di Jepara
"Tadi cukup tegang dan banyak mati sendiri karena ingin cepat dapat poin. Tapi dukungan penonton sangat membantu kami untuk terus berjuang," ucap Febi.
Sementara itu, pasangan Apriyani/Lanny juga harus menghentikan langkah di fase yang sama setelah kalah dua gim langsung dari unggulan teratas asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, dua gim langsung 15-21, 9-21.
Lanny mengungkapkan bahwa permainan mereka sebenarnya sempat berjalan cukup baik pada gim pertama. Namun tekanan lawan membuat mereka kesulitan keluar dari pola permainan di gim kedua.
Baca Juga: PSBS Penghuni Papan Bawah, Persib Tetap Dilarang Anggap Remeh
"Di gim pertama masih cukup nyaman, tapi di gim kedua sejak awal sudah tertekan dan sulit keluar dari situasi itu," kata Lanny.
Bagi Apriyani, laga ini menjadi evaluasi penting, terlebih ia baru kembali dari cedera dan menjalani pertemuan pertama melawan Pearly/Thinaah bersama partner yang berbeda.
"Banyak pekerjaan rumah yang harus kami benahi. Kami tidak bisa mengembangkan permainan karena sejak awal sudah terjebak pola lawan," ujarnya.
Baca Juga: PSSI–Kelme Jalin Kerja Sama Jangka Panjang, Timnas Indonesia Gunakan Jersey Baru Mulai 2026
Dengan hasil ini, maka laga final akan mempertemukan Tan/Thinaah versus Igarashi/Takahashi. Pada tahun lalu, juara turnamen ini adalah pasangan Korea, Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong.