bulutangkis

Menuju Pelatnas, PBSI Gelar Seleknas 2026 untuk Atlet Taruna Berprestasi

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:16 WIB
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian, menginginkan hasil lebih baik dari skuad bulutangkis Indonesia yang diturunkan di Indonesia Masters 2026, 20-26 Januari ini di Istora Senayan. (PBSI)

SportlinkNews - PBSI kembali menjaring para pemain potensial untuk memperkuat Pelatnas Bulutangkis Indonesia melalui Seleksi Nasional (Seleknas) 2026.

Seleknas PBSI ini akan berlangsung pada 3–7 Februari 2026 dan dipusatkan di Majeh Arena Wadas, Karawang. 

Sebanyak empat lapangan disiapkan untuk mengakomodasi padatnya pertandingan yang melibatkan atlet-atlet taruna (U-19) dari berbagai daerah. Peserta seleksi berasal dari kalangan atlet muda dengan rekam jejak prestasi menonjol. 

Baca Juga: Hentikan Catatan Minor, Timnas Futsal Indonesia Melaju ke Perempat Final

Mereka merupakan juara Kejuaraan Nasional PBSI Perorangan Taruna Divisi I 2025, atlet kelahiran 2007 ke atas yang menempati peringkat 15 besar nasional di masing-masing sektor, serta atlet hasil pemantauan Tim Pemandu Bakat PBSI.

Seluruh perhitungan peringkat mengacu pada ranking nasional per 24 Desember 2025.

Namun demikian, atlet yang sebelumnya telah direkrut ke Pelatnas PBSI tidak lagi disertakan dalam Seleknas. 

Baca Juga: Samator Menanjak, Garuda Jaya Tersingkir dari Tiga Besar Proliga 2026

Di luar jalur seleksi, PBSI juga menetapkan tiga atlet muda untuk langsung bergabung ke Pelatnas.

Mereka yakni Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) di sektor tunggal putri, serta pasangan ganda putra Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka dari Djarum Kudus.

Ketiga atlet tersebut dinilai telah memenuhi standar pembinaan nasional berdasarkan konsistensi prestasi sepanjang 2025 serta evaluasi menyeluruh Tim Pemandu Bakat PP PBSI.

Baca Juga: Nasib Berbeda Wakil Ganda Campuran Indonesia di Babak 16 Besar Thailand Masters 2026

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa Seleknas bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari sistem pembinaan jangka panjang yang dirancang berlapis dan berkesinambungan.

"Seleknas ini menjadi fondasi penting dalam pembinaan prestasi nasional. Proses seleksi dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis prestasi agar atlet yang terpilih benar-benar siap memasuki pembinaan Pelatnas," ujar Eng Hian.

Ia menambahkan, kriteria yang digunakan tidak hanya menilai capaian prestasi terkini, tetapi juga mempertimbangkan potensi perkembangan atlet dalam jangka panjang, sejalan dengan arah pembinaan PBSI.

Baca Juga: CAF Jatuhkan Sanksi Berat Usai Ricuh Final Piala Afrika 2025

Untuk sektor ganda, PBSI memberikan fleksibilitas berupa pertukaran pasangan, dengan catatan pasangan yang dipilih berada dalam 16 besar ranking nasional dan disertai persetujuan tertulis dari atlet serta klub asal. 

Atlet hasil pantauan khusus Tim Pemandu Bakat juga dapat diikutsertakan meski berada di luar 16 besar nasional.

Sementara itu, atlet ganda yang tercatat memiliki lebih dari satu pasangan di jajaran 16 besar ranking nasional diwajibkan menetapkan satu pasangan tetap selama Seleknas berlangsung.

Baca Juga: Real Madrid Dipermalukan Benfica, Arbeloa Sebut Banyak Hal Harus Diperbaiki

Sebagai penegasan komitmen pembinaan, PBSI menetapkan bahwa atlet tunggal maupun ganda yang keluar sebagai juara Seleknas PBSI 2026 wajib memenuhi panggilan masuk Pelatnas tanpa pengecualian.

Tags

Terkini