SportlinkNews - Kegagalan melangkah jauh di Indonesia Open 2026 tidak membuat Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari kehilangan arah.
Di tengah situasi yang kurang ideal, termasuk belum masuk dalam proyeksi utama menuju Olimpiade Los Angeles 2028, pasangan ganda putri Indonesia itu memilih untuk fokus memperbaiki kualitas permainan mereka.
Apriyani/Lanny menilai pembenahan pola bermain, komunikasi, serta chemistry di lapangan lebih penting saat ini dibanding terburu-buru mengejar peringkat dan poin.
Baca Juga: Brasil Tak Diunggulkan di Piala Dunia 2026, Casemiro Malah Senang
Langkah Apriyani/Lanny terhenti lebih cepat di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026, setelah kandas di tangan ganda Jepang, unggulan lima, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto 18-21, 19-21 di babak pertama.
Namun, alih-alih larut dalam kekecewaan, keduanya justru melihat ada perkembangan positif dalam permainan yang selama ini coba mereka bangun bersama.
Apriyani menilai salah satu kemajuan yang mulai terlihat adalah keberanian mereka dalam mengambil keputusan dan mengubah pola permainan saat pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Telmo Castanheira Tinggalkan Persik Kediri, Coba Peruntungan di Klub Lain
"Walaupun kalah, kami cukup puas dengan permainan hari ini. Sebelumnya kami sering ragu saat mengambil keputusan di lapangan. Hari ini ketika harus mengubah pola permainan, kami berani melakukannya. Itu yang saya rasakan menjadi kemajuan," kata Apriyani.
Evaluasi terbesar yang mereka bawa dari Indonesia Open kali ini adalah kemampuan mengelola poin-poin krusial.
Menurut Lanny, beberapa kesempatan untuk membalikkan keadaan sebenarnya sempat tercipta, tetapi gagal dimaksimalkan saat memasuki fase penentuan.
Baca Juga: Ousmane Dembele Ditunjuk Jadi Duta Fesyen Global Jelang Piala Dunia 2026
"Fokus kami ke depan ada di poin-poin kritis. Di game pertama dan kedua kami sudah berusaha mengejar, tetapi ketika memasuki poin-poin akhir, fokus kami masih kurang," ujar Lanny.
Hal serupa juga disampaikan Apriyani. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu menilai dirinya dan Lanny masih perlu meningkatkan kecerdikan dalam membaca situasi pertandingan, terutama saat menentukan pilihan pukulan di momen-momen penting.
"Kami harus lebih pintar di poin-poin terakhir. Kadang kami sudah punya gambaran mau bermain ke mana, tetapi eksekusinya belum cukup baik. Itu yang terus kami perbaiki," tambahnya.
Baca Juga: Kenangan Diogo Jota Jadi Sumber Kekuatan Tambahan Portugal untuk Juara
Menariknya, fokus Apriyani/Lanny saat ini bukanlah perburuan tiket Olimpiade 2028. Meski nama mereka tidak termasuk dalam tiga pasangan yang diproyeksikan pelatih untuk program Race to Olympic, keduanya memilih bersikap realistis.
Apriyani menegaskan bahwa target Olimpiade tetap ada, tetapi bukan menjadi fokus utama dalam waktu dekat.
"Jujur, kami sekarang tidak fokus mengejar poin Olimpiade. Tentu target akhirnya tetap Olimpiade, tetapi pekerjaan rumah kami saat ini adalah memperbaiki cara bermain, pola permainan, dan komunikasi," ucapnya.
Baca Juga: KONI Dukung Penuh FGI Gelar Asian Gym For Life Challenge 2026 di Indonesia
Menurut Apriyani, membangun chemistry dan kepercayaan satu sama lain jauh lebih penting dibanding memikirkan posisi dalam peta persaingan menuju Los Angeles 2028 yang masih berjarak dua tahun.
"Kami ingin memperbaiki hal-hal kecil dulu. Komunikasi, cara bermain, pola permainan, sampai bagaimana saling percaya satu sama lain. Kalau itu sudah terbentuk, hasil akan mengikuti," tukasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya dan Lanny tidak ingin terbebani oleh target jangka panjang yang masih jauh di depan mata.
Baca Juga: PSSI Soroti Proyek Regenerasi Pemain Muda Timnas Indonesia
"Kami realistis. Tidak mau membebani diri sendiri. Yang penting sekarang bagaimana saya dan Lanny berkembang bersama. Semua atlet pasti ingin bermain di Olimpiade, tetapi kami memilih fokus pada prosesnya dulu," tutur Apriyani.
"Mungkin karena kami juga belum punya hasil yang benar-benar besar, belum juara. Jadi saya fokus menjalani yang sekarang dulu. Kalau nanti hasilnya sudah ada, mungkin fokusnya bisa bergeser ke sana," imbuh Lanny menambahkan.
Dalam waktu dekat, pasangan ini diperkirakan akan kembali bertanding di Macau Open. Namun, keduanya belum menerima kepastian mengenai rangkaian turnamen berikutnya pada paruh kedua musim.