SportlinkNews - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus memperkuat sistem pembinaan atlet nasional melalui program Pelatnas Wilayah (Pelatwil).
Baca Juga: Demi Suporter, Didier Deschamps Tegaskan Prancis Wajib Tekuk Inggris
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi ke seluruh Pelatwil.
Melalui langkah ini, PBSI ingin menyinkronkan program pembinaan sekaligus memastikan standar latihan, evaluasi, dan pembentukan karakter atlet di daerah sejalan dengan pola pembinaan nasional.
Program Pelatwil merupakan strategi PBSI dalam memperluas pembinaan atlet ke berbagai daerah.
Baca Juga: Aston Villa Resmi Boyong Johan Manzambi ke Villa Park
Selain menjaring talenta potensial dari seluruh Indonesia, Pelatwil juga diproyeksikan menjadi penghubung antara pembinaan di daerah dengan Pelatnas di Cipayung.
Pelatwil mulai berjalan sejak November 2025 dengan dua pusat pembinaan, yakni Pelatwil Barat di Medan, Sumatera Utara, dan Pelatwil Tengah di Surabaya, Jawa Timur.
Hingga kini, Pelatwil Barat membina 12 atlet hasil seleksi yang menjalani program latihan secara terstruktur.
Baca Juga: Dominik Szoboszlai Bertahan di Liverpool dengan Kontrak Jangka Panjang Baru
Selama berada di Medan, Ricky meninjau langsung latihan para atlet di GOR Pancing. Ia didampingi Ketua Tim Kajian Pelatwil sekaligus Audit Internal PP PBSI, Slamet Soedarsono, serta Wakil Bendahara Umum PP PBSI, Eddy Prayitno.
Selain memantau sesi latihan, Ricky juga berdialog dengan para pelatih dan memberikan pembekalan kepada atlet.
Ia menegaskan bahwa Pelatwil merupakan kesempatan berharga bagi atlet muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju Pelatnas.
Baca Juga: Persija Jalani Program Pemusatan Latihan di Thailand, Shin Tae-yong Bantah Absen di Piala Presiden
"Indonesia memiliki banyak talenta bulutangkis yang tersebar di berbagai daerah," kata Ricky.
"Tugas kami adalah memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang berkualitas sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan suatu saat mampu menembus Pelatnas," lanjutnya.
Pelatwil sendiri menjadi jembatan yang menghubungkan potensi-potensi daerah dengan sistem pembinaan nasional yang terstruktur
Baca Juga: Persebaya Jumpa PSIS Semarang di Pertandingan Pramusim Bertajuk 99th Anniversary Game
Peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 itu menambahkan, kunjungan ke setiap Pelatwil penting untuk memastikan seluruh proses pembinaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan PBSI.
"Kami ingin memastikan program latihan, evaluasi, hingga pembentukan karakter atlet berjalan selaras dengan sistem yang diterapkan di Pelatnas sehingga proses transisi atlet dari Pelatwil ke Pelatnas dapat berlangsung dengan baik," tambahnya.
Ricky juga menekankan pentingnya jam terbang bagi atlet muda.