bulutangkis

Fajar/Fikri Tak Cuma Waspadai Lawan, Adaptasi Jadi Kunci di Kejuaraan Dunia 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:33 WIB
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri jadi wakil Indonesia terakhir di ganda putra China Open 2026. Mereka lolos ke perempat final.

SportlinkNews - Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tidak ingin persiapan menuju Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 hanya berhenti pada membaca kekuatan lawan.

Ada tantangan lain yang harus mereka siapkan sebelum menginjakan kaki di Kejuaraan Dunia 206 yang berlangsung, di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, India.

Pada kejuaraan tier satu yang akan berlangsung pada 17-23 Agustus mendatang, Fajar/Fikri datang dengan status unggulan kedua sekaligus membawa modal kepercayaan diri setelah mencatat prestasi beruntun dengan menjuarai Japan Open dan China Open 2026.

Baca Juga: Cadillac Merekrut Kepala Tim F1 Baru Gantikan Graeme Lowdon

Namun, pasangan ganda putra Indonesia tersebut tidak ingin terlena. Bagi Fikri, turnamen level dunia menuntut konsentrasi penuh sejak pertandingan pertama, termasuk kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi di luar lapangan.

Hal itu tidak terlepas dari pengalaman pada India Open 2026 yang sebelumnya sempat diwarnai persoalan nonteknis. Kebersihan venue hingga kemunculan burung dan monyet di area stadion menjadi perhatian sejumlah pemain.

Meski begitu, Fikri memilih tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk kehilangan fokus. Ia menyadari seluruh peserta pasti menghadapi situasi yang sama.

Baca Juga: War Tiket Merdeka Run 2026, Ludes Hanya dalam Dua Jam!

"Ya, itu sih harus siap ya. Kita harus cepat adaptasi juga karena bukan tim Indonesia saja, pasti tim negara lain pun akan merasakan hal yang sama dari segi hotel dan main hall-nya juga pasti akan sama," katanya di Pelatnas PBSI, Rabu, 12 Agustus. 

Alih-alih sibuk memikirkan gangguan di luar lapangan, Fikri justru mencoba melihat sisi positifnya. Baginya, kondisi apa pun yang muncul harus dihadapi sebagai bagian dari pertandingan.

"Ya, ambil positifnya aja, jangan terganggu oleh seperti itu. Siapa tahu kan dengan kondisi yang bagaimanapun, di situ terdapat rezeki kita ya. Jadi siapa tahu kita malah hasilnya lebih bagus," imbuhnya.

Baca Juga: Arne Slot Masih Enggan Melatih Timnas Belanda, Fokus Melatih Klub

Panitia sendiri telah melakukan pembenahan besar-besaran untuk memastikan Kejuaraan Dunia 2026 berlangsung lebih baik. Stadion Indoor Indira Gandhi direnovasi dengan biaya hampir 20 crore rupee atau sekitar Rp40 miliar.

Lebih dari 200 hari persiapan dilakukan dan sekitar 1.200 tenaga profesional dilibatkan.

Panitia juga menyiapkan langkah khusus untuk mencegah gangguan hewan, termasuk sterilisasi area dan petugas yang menggunakan peniru suara monyet langur untuk mengantisipasi masuknya monyet.

Baca Juga: Polemik Justin Hubner dengan Netizen Vietnam, PSSI: Itu Hak Pribadi Pemain

Dengan berbagai pembenahan tersebut, Fajar/Fikri kini memilih mengembalikan perhatian kepada hal yang bisa mereka kendalikan, yakni performa sendiri.

Fikri mengatakan tidak ada persiapan khusus yang berbeda dibandingkan turnamen sebelumnya. Fokus justru diarahkan kepada kesiapan mental dan kemampuan menjaga konsentrasi.

"Persiapan khusus sih enggak ada ya, lebih ke sama aja kayak kemarin sebelum pertandingan-pertandingan sebelumnya. Cuma persiapan khususnya mungkin di fokus diri saya sendiri aja sih. Mungkin Aa Fajar pun melakukan hal yang sama," ungkapnya.

Baca Juga: Tarkam Berujung Keributan, PSSI Minta Polisi Tak Terbitkan Izin Keramaian Tanpa Rekomendasi

Modal mereka pun tidak sedikit. Dua gelar beruntun di Japan Open dan China Open membuat Fajar/Fikri semakin yakin bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi.

"Yang pasti bikin kami lebih percaya diri ya. Bahwa, kami bisa juara berturut-turut," tutur Fikri.

Namun, kepercayaan diri itu tidak ingin berubah menjadi beban. Fikri memahami Kejuaraan Dunia memiliki tekanan berbeda karena menjadi salah satu gelar yang paling diburu pemain.

Baca Juga: Santiago Gimenez Siap Pindah ke Porto Tapi AC Milan Belum Sepakat

Menurutnya, peluang juara terbuka bagi siapa pun. Karena itu, Fajar/Fikri memilih menjalani turnamen satu demi satu tanpa terlalu memikirkan target akhir.

"Ya, peluang pasti ada. Untuk siapa pun, peluang itu pasti terbuka lebar. Cuma balik lagi ke masing-masing individu, ya," tambah Fikri.

"Karena World Championship itu pertandingan yang sangat ingin diraih. Jadi, kadang kalau kami terlalu menggebu-gebu juga, itu tidak baik. Jadi ya kami harus lebih fokus saja, step by step saja sih," lanjutnya.

Baca Juga: PSSI Minta ILeague Cari Formula Agar Suporter Tamu Bisa Hadir di Laga Panas

Status unggulan kedua juga tidak membuat mereka hanya terpaku pada nama-nama besar. Justru pasangan dengan peringkat lebih rendah dianggap bisa menjadi ancaman serius.

Fikri menilai perjalanan menuju gelar juara dunia tidak boleh dibangun dengan asumsi bahwa lawan kuat hanya berasal dari jajaran elite.

"Kami enggak boleh lengah mau lawan siapa pun. Jadi, kami tidak hanya melihat pemain-pemain top. Mungkin yang (rankingnya) di bawah pemain-pemain top juga pasti akan menjadi kuda hitam untuk meraih kemenangan. Dan itu sangat berbahaya sih," katanya.

Tags

Terkini