Selain itu, kesalahan perhitungan poin ini juga menimpa pasangan Indonesia lainnya Bagas Maulana/Muhammad Sohibul Fikri.
Salah satu contohnya, saat di ajang Badminton Asia 2024, Bagas/Fikri menjadi unggulan delapan dalam hitungan baru. Padahal, pada mulanya, Bagas/Fikri berada di seeded 9.
Posisi Bagas/Fikri yang dikejar alih-alih mengejar membuat tekanan kepada mereka menjadi lebih kuat. Pada ajang itu, Bagas/Fikri kalah di babak pertama.
PBSI, lanjut Fadil, akan segera berkirim surat ke BWF untuk menyikapi situasi ini. PBSI secara keras akan meminta pertanggungjawaban dari BWF.