SportlinkNews - Raffaele Palladino mengakui Fiorentina memiliki kekecewaan dan penyesalan. Kekalahan di semifinal Conference League pada perpanjangan waktu dari Real Betis, membuatnya tak bisa tidur.
Fiorentina tahu mereka harus melakukan segalanya setelah kalah pada leg pertama 2-1 di Seville, pekan lalu.
Tapi keadaan menjadi lebih buruk ketika mereka kebobolan di Stadio Franchi, Jumat 9 Mei 2025 dini hari WIB dari tendangan bebas Antony yang mengenai bagian dalam tiang gawang.
Namun, mereka berhasil membalikkan keadaan sebelum turun minum dengan sepasang sundulan Robin Gosens pada tendangan sudut, yang memaksa perpanjangan waktu dengan agregat 3-3.
Baca Juga: Manchester United Vs Tottenham, Final Keenam Sesama Klub Inggris di Eropa
Pemain yang membuka skor di Spanyol itu masuk dari bangku cadangan dan memenangkan pertandingan, saat Abde Ezzalzouli memanfaatkan umpan Antony untuk membawa Betis ke Final Conference League.
Real Betis akan menghadapi Chelsea asuhan Enzo Maresca di Wroclaw pada 28 Mei, karena Fiorentina tidak punya impian untuk meraih Final Conference League ketiga berturut-turut.
Palladino sesalkan kesalahan Fiorentina di kedua leg.
“Ada kekecewaan dan penyesalan, karena kami telah mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan ini, tetapi mereka punya banyak pemain juara dan kami melihat salah satunya lewat tendangan bebas itu," kata Palladino kepada Sky Sport.
Baca Juga: Real Betis 2-1 Fiorentina: Ranieri Memberi Viola Harapan
Fiorentina berhasil membalikkan keadaan dan unggul 2-1, dan punya peluang untuk mencetak gol ketiga tetapi gagal memanfaatkannya.
"Lalu di waktu tambahan kami kebobolan gol yang seharusnya bisa kami lakukan lebih baik lewat tendangan jauh dari kiper mereka,” ujar Palladino.
Lebih lanjut dikatakan ia benar-benar tidak bisa meminta lebih dari para pemainnya. Mereka berjuang keras dan menunjukkan semangat.
"Kami menurunkan setiap pemain depan yang tersisa. Ada penyesalan, tetapi saya bangga dengan para pemain saya, mereka memberikan segalanya hingga akhir," pungkasnya.
Baca Juga: Teknologi AI Merevolusi Ilmu Olahraga, Bisa Sejahterahkan Atlet
Artikel Terkait
Pesepakbola Wanita Brasil Berontak untuk Perubahan Besar
Nasib Malang Rafael Struick di Brisbane Roar, Komitmen Grup Bakrie Dipertanyakan
Mees Hilgers Akui Suporter Timnas Indonesia Lebih Gila dari Belanda
Taufik Hidayat: Promosi Degradasi Atlet Pelatnas PBSI Belum Saat ini
Liga Europa Milik Klub Inggris, Manchester United dan Tottenham Ke Puncak