Antusiasme Global Membludak, FIFA Yakin Cetak Sejarah Baru Penonton

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:56 WIB
Piala Dunia 2026 hadir di TVRI untuk penikmat sepak bola Indonesia.
Piala Dunia 2026 hadir di TVRI untuk penikmat sepak bola Indonesia.

SportlinkNews - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan keyakinannya Piala Dunia 2026 akan mencatat rekor baru dalam hal minat penonton. Keyakinan itu muncul jauh sebelum turnamen digelar, dengan indikator utama berupa tingginya angka permintaan tiket dari seluruh dunia.

Piala Dunia 2026, yang dijadwalkan mulai 11 Juni-19 Juli mendatang diproyeksikan berlangsung dengan stadion penuh di setiap pertandingan. FIFA melihat antusiasme publik meningkat drastis, seiring penerapan format baru yang melibatkan 48 tim untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Infantino memaparkan data yang menunjukkan besarnya minat tersebut. Ia menyebut respons pasar terhadap penjualan tiket melampaui ekspektasi awal FIFA.

Baca Juga: Angel Reese 1 “Green Gala” Resmi Meluncur, Terinspirasi Met Gala 2024

FIFA mencatat 508 juta permintaan tiket hanya dalam kurun empat pekan. Angka itu jauh melampaui kapasitas yang tersedia, yakni sekitar 7 juta kursi sepanjang turnamen.

"Permintaannya ada. Setiap pertandingan terjual habis. Kami belum pernah melihat hal seperti ini, luar biasa," kata Infantino dalam wawancara bersama CNBC.

Besarnya animo tersebut tidak sepenuhnya lepas dari polemik. FIFA mendapat sorotan terkait kebijakan harga tiket yang dinilai terlalu tinggi oleh sebagian kalangan pendukung.

Baca Juga: Erick Thohir Diserang Isu Aduan ke FIFA, Tegaskan Tuduhan Tak Benar

Kelompok suporter Football Supporters Europe melontarkan kritik keras dan menyebut kondisi tersebut sebagai pengkhianatan terhadap fans setia. Mengingat mereka yang selama ini menjadi tulang punggung atmosfer Piala Dunia.

Kenaikan harga paling mencolok terjadi di pasar penjualan kembali atau resale. Di sektor ini, harga tiket melonjak tajam akibat mekanisme pasar yang berlaku.

Infantino menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan penerapan sistem dynamic pricing yang umum digunakan di Amerika Serikat. Sistem ini memungkinkan harga berubah sesuai tingkat permintaan.

Baca Juga: PON 2028 Tanpa Venue Baru, Pemerintah Siapkan Skema Tuan Rumah Pendukung

"Harga tiket sudah ditetapkan, tetapi di AS ada sistem dynamic pricing, artinya harga bisa naik atau turun," ucapnya.

Infantino menambahkan platform resmi FIFA juga menyediakan opsi penjualan kembali dengan harga yang menyesuaikan kondisi pasar saat ini.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: CNBC

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X