SportlinkNews - Paris Saint-Germain (PSG) bersiap mengalihkan fokus mereka ke kompetisi Eropa dengan menjamu Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions. Pertandingan krusial yang akan dihelat di Parc des Princes ini berlangsung pada Kamis (9/4) dini hari WIB mendatang.
Banyak pengamat memprediksi raksasa Prancis tersebut tidak akan menemui hambatan berarti untuk mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Status tuan rumah pada pertemuan pertama ini dianggap sebagai keuntungan besar bagi PSG.
Beberapa pihak bahkan menilai langkah PSG untuk menghentikan laju Liverpool musim ini akan jauh lebih mulus dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didasari pada tren performa kedua tim yang terlihat cukup kontras dalam beberapa bulan terakhir di liga masing-masing.
Baca Juga: Manajer Persib Umuh Muchtar: Konsisten Meraih Poin Penuh Jadi Prioritas Utama
Sejarah mencatat Les Parisiens pernah memiliki memori dramatis saat mendepak The Reds dari babak 16 besar Liga Champions musim lalu. Kala itu, persaingan sengit kedua tim harus ditentukan melalui drama adu penalti yang berakhir untuk kemenangan kubu Paris.
Meski gelombang dukungan dan prediksi kemenangan mengalir deras untuk timnya, Luis Enrique justru memilih untuk bersikap sangat rendah hati. Pelatih asal Spanyol tersebut menolak mentah-mentah anggapan PSG berada di posisi yang lebih diunggulkan dibandingkan Liverpool.
Enrique menegaskan label tim favorit sama sekali tidak memiliki pengaruh ketika dua kekuatan besar sepak bola Eropa bertemu di lapangan. Baginya, penurunan performa yang dialami Liverpool belakangan ini bukan jaminan bahwa laga akan berjalan mudah bagi anak asuhnya.
Baca Juga: Madura United FC Bakal Jalani Empat Laga Kandang di Stadion Gelora Bangkalan
“Tidak masalah siapa yang jadi favorit atau siapa yang Anda sebut favorit," kata Enrique dikutip dari Reuters.
Enrique meyakini kompetisi kasta tertinggi di Eropa ini memiliki atmosfer unik yang sering kali menjungkirbalikkan segala prediksi di atas kertas. Ia menilai, kualitas individu yang merata di antara tim perempat final membuat peluang kedua belah pihak tetap sama kuat.
"Dalam kompetisi ini, dengan tim-tim seperti ini, tidak mungkin ada favorit." Enrique terus menekankan pesan tersebut agar pasukannya tetap waspada dan tidak meremehkan kekuatan wakil Inggris itu sedikit pun.
Baca Juga: Libas Australia, Timnas Indonesia Juara Grup B ASEAN Futsal Championship 2026
Enrique kemudian memberikan contoh nyata dari pengalaman mereka musim lalu untuk memperkuat argumennya mengenai ketidakpastian sepak bola. Ia mengingatkan publik bagaimana status unggulan bisa berubah menjadi tekanan yang justru menjatuhkan tim yang lebih difavoritkan.
"Saya tidak percaya kami adalah favorit. Musim lalu, semua orang mengatakan Liverpool favorit, dan (yang terjadi) PSG lolos. Tidak ada favorit,” ujarnya.
Artikel Terkait
PSG ke Perempat Final Liga Champions, Catat Margin Kemenangan Agregat Terbesar Melawan Klub Inggris
Laporan Ketertarikan Milan dan PSG terhadap Rashford Semakin Intensif
Perbedaan Gaji Pemain PSG dan Tim Ligue 1 Makin Mencolok
Prediksi PSG vs Liverpool: Mampukah Juara Liga Champions Menahan Kemerosotan The Reds?
Liga Champions: Data dan Fakta Menarik Duel PSG Kontra Liverpool