SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) memberhentikan Sabri Lamouchi dari jabatannya sebagai pelatih menyusul hasil buruk pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diambil setelah skuad Elang Carthage menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada pertandingan perdana Grup F.
Kekalahan memalukan pada Senin (15/6) itu langsung memicu evaluasi total dari jajaran manajemen tertinggi federasi. Langkah pemecatan ini tergolong sangat ekstrem mengingat sang juru taktik baru memimpin tim dalam satu pertandingan di Piala Dunia 2026.
Guna mengisi kekosongan taktis di kursi kepelatihan, pihak FTF bergerak cepat dengan menunjuk Herve Renard sebagai suksesor. Juru taktik berkebangsaan Prancis tersebut baru saja lowong setelah didepak dari kursi nakhoda Arab Saudi dua bulan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
Baca Juga: Argentina vs Aljazair: Hening! Sang Juara Siap Beraksi, Messi Berburu Rekor
Kehadiran Renard diharapkan mampu membangkitkan mentalitas bertanding para pemain perwakilan benua Afrika tersebut di sisa fase grup. Profilnya dinilai sangat ideal karena dirinya memiliki rekam jejak yang sangat panjang dan akrab dengan atmosfer sepak bola di kawasan Afrika.
Sebelum menerima pinangan Tunisia, Renard tercatat pernah membesut sejumlah tim seperti Zambia, Angola, Pantai Gading, dan Maroko. Pengalaman tersebut menjadi modal utamanya untuk meramu strategi baru demi menyelamatkan nasib Tunisia di penyisihan grup Piala Dunia 2026
Tindakan ekstrem memecat arsitek tim di tengah-tengah bergulirnya kompetisi akbar empat tahunan ini rupanya bukan yang pertama kali terjadi. Berdasarkan catatan sejarah, keputusan serupa setidaknya pernah menelan tiga orang pelatih yang menjadi korban pemecatan serupa.
Baca Juga: Ribuan Warga Amerika Keturunan Iran Unjuk Rasa di Luar Stadion SoFi
Nama pertama yang tercatat dalam daftar kelam tersebut adalah Carlos Alberto Parreira yang didepak oleh Arab Saudi pada edisi Piala Dunia Prancis 1998. Pelatih legendaris asal Brasil tersebut harus mengepak koper lebih awal setelah mendampingi timnya dalam dua pertandingan fase grup.
Pada tahun yang sama, nasib serupa juga menimpa Cha Bum-kun yang dicopot dari jabatannya oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan. Ia dibebastugaskan dari kursinya setelah skuad Negeri Ginseng melakoni dua pertandingan di babak penyisihan.
Ironisnya, Tunisia sendiri tercatat pernah menerapkan kebijakan serupa saat mendepak Henryk Kasperczak pada perhelatan Piala Dunia 1998 silam. Kasperczak dipaksa meletakkan jabatannya setelah dinilai gagal memberikan kontribusi positif dalam dua laga awal babak grup.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026: Argentina dan Prancis Main Besok
Catatan kelam tersebut menegaskan bahwa internal tim nasional Tunisia sudah dua kali melakukan tindakan kontroversial sepanjang keikutsertaan di ajang Piala Dunia. Namun, kasus yang menimpa Lamouchi kali ini terasa jauh lebih tragis lantaran hanya diberikan kesempatan bertahan selama satu pertandingan.
Lamouchi sejatinya baru mengemban tugas menakhodai armada Elang Carthage sejak Januari 2026 lalu. Sepanjang masa kepemimpinannya yang singkat, ia hanya mendampingi tim dalam lima laga dengan rekor sekali menang, sekali imbang, dan tiga kekalahan.
Artikel Terkait
Kejutan Piala Dunia 2026: Tunisia Pecat Pelatih setelah Hanya Satu Pertandingan
Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026: Argentina dan Prancis Main Besok
Prediksi Prancis vs Senegal: Fakta Menarik Momen Terburuk 2002
Piala Dunia 2026: Nah, Lihat Tuh Jerman dan 39 Peserta Lainnya...
Tangis Vozinha Pecah Seusai Laga Kontra Spanyol, Ungkap Masalah Visa Ibu