De la Fuente Sebut Kritik Menjadi Bahan Bakar Motivasi Pemain Spanyol

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 22 Juni 2026 | 17:56 WIB
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente (UEFA)
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente (UEFA)

SportlinkNews - Tim nasional Spanyol sukses memulihkan reputasi besarnya di panggung Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Arab Saudi dengan skor telak 4-0 pada laga kedua Grup H di Atlanta Stadium, Minggu (21/6). Hasil mengesankan ini sekaligus menjadi jawaban instan atas gelombang keraguan yang sempat menerpa skuad La Roja setelah ditahan imbang tanpa gol Tanjung Verde pada laga pembuka.

Respons keras langsung dilontarkan oleh pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, kepada pihak-hari yang sempat mempertanyakan kapasitas anak asuhnya. Ia menilai skeptisisme publik terhadap generasi baru Matador merupakan sebuah tindakan yang tidak masuk akal mengingat rekam jejak mereka yang solid.

"Saya pikir gila mempertanyakan tim ini. Kami tidak terkalahkan dalam 33 pertandingan berturut-turut," ujar De la Fuente dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Pemerintah AS Turun Tangan, Ibu Kiper Tanjung Verde Mendadak Viral

Faktor usia pemain yang mayoritas masih sangat muda juga menjadi alasan mendasar mengapa De la Fuente merasa perlu melindungi tim dari tekanan luar. Ia mengimbau publik untuk lebih objektif dalam menilai dinamika performa sebuah tim sepak bola profesional yang sedang berkembang.

"Anda bisa mengalami hari yang lebih baik, hari yang lebih buruk, atau hari yang biasa saja, tetapi mempertanyakan dan meragukan generasi pemain yang masih sangat muda dengan masa depan yang cerah menurut saya tidak adil," ucapnya.

Keputusan taktis De la Fuente untuk kembali menurunkan Lamine Yamal sejak menit awal terbukti menjadi kunci utama dari cairnya kreativitas lini serang Spanyol. Winger muda tersebut langsung memecah kebuntuan pada menit ke-10 dan menjadi motor serangan yang agresif sepanjang laga bergulir.

Baca Juga: Pahlawan Kiper Iran: Dulu Tunawisma, Kini Dikagumi Dunia!

Sentimen negatif dari media dan publik sebelum pertandingan justru berhasil dikonversi skuad Spanyol menjadi tambahan energi motivasi dalam bermain. De la Fuente menegaskan respons terbaik seorang profesional adalah dengan menunjukkan kualitas pembuktian di atas lapangan hijau.

"Tidak ada seorang pun yang menikmati menerima kritik. Tentu saja harga diri mereka terluka karena itu bukanlah kenyataan. Kami bahkan bisa bermain lebih baik daripada ini, seperti yang telah kami tonjolkan pada kesempatan-kesempatan sebelumnya," ucapnya.

Bagi De la Fuente, dorongan emosional akibat sorotan tajam tersebut telah memicu reaksi positif dari seluruh elemen di dalam tim. Komitmen kuat para pemain dinilai menjadi modal utama yang membuat taktik permainan dapat berjalan sempurna tanpa celah.

Baca Juga: Belum Apa-apa, Prancis Sudah Diimingi Bonus Besar

"Komentar-komentar yang mereka dengar terkadang memang membuat mereka bereaksi. Dan itu bagus karena ini adalah tim yang sangat berkomitmen, penuh dedikasi, dan memiliki kualitas yang luar biasa," tuturnya.

Demi menjaga fokus dan psikologis para pemain muda, pelatih berusia 65 tahun itu juga menerapkan metode isolasi ketat dari pemberitaan media. Langkah tersebut diambil agar anak asuhnya tidak terdistraksi oleh perdebatan publik yang dinilai tidak produktif bagi perkembangan tim.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Reuters

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X