SportlinkNews - Dua pesenam muda Indonesia, Salsabila Hadi Pamungkas dan Alarice Mallica Prakoso, menutup debut mereka di Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG ke-53 (Jakarta Gymnastics 2025) dengan penuh kebanggaan.
Bertanding di hadapan publik sendiri, keduanya tampil percaya diri dan menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level dunia.
Mereka gagal ke final setelah finis di posisi 49 dan 50. Salsabila Hadi Pamungkas menghasilkan poin total 44.432, sedangkan Alarice Mallica Prakoso dengan 44.266.
Nantinya hanya 24 atlet terbaik dari nomor all-around dan delapan atlet teratas di setiap nomor alat berhak melangkah ke babak final. Final all-around WAG dijadwalkan berlangsung Kamis malam, 23 Oktober 2025
Baca Juga: Langkah Manis Ganda Putri Indonesia di French Open 2025: Tiga Pasangan ke Babak 16 Besar
Bagi Alarice, tampil di ajang sebesar ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ia mengaku sangat terhormat dalam kejuaraan level dunia ini.
"Saya sangat senang, sangat bahagia. Karena semua kerja keras saya akhirnya terbayarkan di penampilan tadi," ujar Alarice.
Sementara itu, Salsabila mengaku tampil di depan publik Indonesia memberi pengalaman emosional tersendiri. Bukan karena tekniknya, tetapi dia mengaku campur aduk setelah melihat orang tua dan teman-temannya di bangku penonton.
"Kesempatan yang luar biasa buat aku, apalagi Indonesia jadi tuan rumah. Rasanya campur aduk banget karena dilihat teman-teman dan orangtua. Cukup maksimal sih perform-nya, meski masih ada yang perlu diperbaiki," ungkapnya.
Baca Juga: Kemenpora Lakukan Review dan Sinkronisasi Cabor untuk Matangkan Persiapan SEA Games 2025
Keduanya juga bercerita soal tantangan yang dihadapi. Alarice mengaku bagian balance beam menjadi momen paling menegangkan.
"Selalu nervous di sana, selalu bergetar termasuk tadi. Tapi overall fine dan aku senang dengan hasilnya, yang paling memuaskan itu di floor, seru banget!”
Sementara Salsabila justru menemukan kepuasan tersendiri di floor dan vault, dua nomor spesialisasinya. "Itu bagian yang paling aku nikmatin, karena hasilnya lumayan memuaskan," katanya.
Apresiasi Pelatih
Pelatih kepala tim senam putri artistik Indonesia, Eva Butarbutar, menilai debut dua atlet muda ini berjalan positif. Menurutnya, hasil ini bisa jadi bekal menuju target utama menuju Olimpiade 2028.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Raih Gelar Juara Dunia WorldSBK 2025 di Jerez
"Ini debut pertama Salsabila dan Alarice di World Championship dan mereka bisa mengatasi rasa gugupnya dengan baik. Yang terpenting adalah safety. Ini jadi bekal penting menuju level dunia, termasuk Olimpiade nanti," jelas Eva.
"Kalau dari program kami, tujuannya adalah Los Angeles 2028. SEA Games 2025 nanti jadi sasaran antara. Sekarang fokus menambah gerakan dan meningkatkan tingkat kesulitan serta eksekusi," imbuhnya.
Sayangnya, atmosfer Indonesia Arena batal dirasakan oleh Larasati Rengganis. Ia terpaksa absen di kejuaraan dunia ini.
"Saat latihan di palang bertingkat, Laras mengalami cedera pada tangan setelah miss di palang atas. Tim medis memutuskan untuk menghentikan agar tidak memperburuk kondisi. Keselamatan atlet tetap yang utama," jelasnya.
Artikel Terkait
Podium Training Terakhir, Tim Senam Putri Indonesia Siap Unjuk Kemampuan di Kejuaraan Dunia
Misi Pembuktian! Tim Senam Putra Indonesia Siap Tampil di Jakarta Gymnastics 2025
Dari Tegang hingga Haru, Kisah Debut Tim Senam Putra Indonesia di Kejuaraan Dunia 2025
Bintang Asia Kuasai Kualifikasi Senam Artistik Putra Dunia 2025 di Jakarta
Kejuaraan Dunia Senam 2025 Jadi Barometer Kekuatan ASEAN Jelang SEA Games