SportlinkNews - Tim panjat tebing Indonesia menjaga peluang meraih hasil positif pada seri IFSC World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis.
Wakil Merah Putih sukses meloloskan satu atlet ke semifinal nomor lead, sementara lima pemanjat memastikan tempat di putaran final disiplin speed.
Performa terbaik Indonesia pada nomor lead ditunjukkan Putra Tri Ramadani. Pemanjat yang akrab disapa Srondeng itu berhasil menembus 24 besar babak kualifikasi setelah menempati posisi ke-12 dengan nilai 13,32.
Baca Juga: Viking Row dan Warisan Generasi, Kisah Norwegia yang Mencuri Hati di Piala Dunia 2026
Hasil tersebut membuat juara seri Praha itu kembali berpeluang bersaing memperebutkan tiket ke final.
Sebelumnya, Putra juga tampil impresif musim ini dengan finis di posisi keempat pada seri Innsbruck, menegaskan konsistensinya di nomor lead.
Sementara itu, langkah dua wakil Indonesia lainnya harus terhenti lebih awal. Raviandi Ramadhan gagal menembus zona semifinal usai berada di peringkat ke-33 dengan nilai 29,52.
Baca Juga: Thibaut Courtois Beri Dukungan Moral Penuh kepada Senne Lammens
Nasib serupa dialami Tsany Alma Ariella yang mengakhiri kualifikasi lead putri di posisi ke-49 dengan nilai 48,64.
Babak penyisihan lead putra sendiri dipimpin pemanjat Austria, Jakob Schubert, disusul wakil Spanyol Alberto Ginés López.
Putra dijadwalkan kembali bertanding pada semifinal yang berlangsung Minggu, 12 Juli 2026 WIB. Jika berhasil lolos, ia akan tampil pada partai final sehari berikutnya.
Baca Juga: Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Tutup Kiprah dengan 17 Gol dan 18 Assist
Di disiplin speed, Indonesia justru menempatkan lebih banyak atlet pada fase gugur. Dari tujuh pemanjat yang diturunkan, lima di antaranya berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Pada sektor putra, Veddriq Leonardo, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi sama-sama melanjutkan langkah setelah menutup kualifikasi di peringkat keenam, ketujuh, dan kesembilan.
Veddriq membukukan catatan terbaik 4,86 detik, sedangkan Aditya mencatat waktu tercepat 4,683 detik. Antasyafi juga tampil kompetitif dengan torehan terbaik 4,893 detik.
Baca Juga: Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Tutup Kiprah dengan 17 Gol dan 18 Assist
Sementara itu, Raharjati Nursamsa harus puas berhenti di posisi ke-18. Ia nyaris lolos ke fase berikutnya karena hanya terpaut 0,019 detik dari batas terakhir yang mengantarkan atlet ke babak 16 besar.
Persaingan tak kalah ketat juga terjadi pada nomor speed putri. Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis di urutan keenam berkat waktu terbaik 6,485 detik.
Rekan setimnya, Kadek Adi Asih, turut mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah menempati posisi ke-11 dengan catatan terbaik 6,658 detik.
Baca Juga: Gelandang Jayden Adams Meninggal Mendadak, Afrika Selatan Berduka Usai Piala Dunia 2026
Sementara Rajiah Sallsabillah gagal mengikuti jejak kedua rekannya. Ia harus mengakhiri kualifikasi di posisi ke-17 dan hanya terpaut 0,020 detik dari batas kelolosan.
Artikel Terkait
IFSC World Climbing Series 2026: Desak Made Jadi Penyumbang Medali Indonesia di Wujiang
Srondeng Gagal Podium di World Climbing Series Innsbruck 2026, Tapi Tegaskan Indonesia Kian Diperhitungkan di Nomor Lead
Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik Emas di World Climbing Series Krakow
Tim Speed Indonesia Lolos ke Final World Climbing Series Krakow 2026
Desak Tak Goyah, Rebut Emas di Format Baru World Climbing Series Krakow 2026