Angkat Besi Buka Keran Medali Indonesia di Islamic Solidarity Games 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 8 November 2025 | 23:13 WIB
Lifter muda Tita Nurcahya Melyani sukses mempersembahkan tiga medali perak dari nomor 48kg putri di Islamic Solidarity Games (ISG) 2025, di Riyadh, Sabtu, 8 November 2025. (NOC Indonesia)
Lifter muda Tita Nurcahya Melyani sukses mempersembahkan tiga medali perak dari nomor 48kg putri di Islamic Solidarity Games (ISG) 2025, di Riyadh, Sabtu, 8 November 2025. (NOC Indonesia)

SportlinkNews - Cabang angkat besi menjadi pembuka manis bagi kontingen Indonesia di Islamic Solidarity Games (ISG) 2025.

Lifter muda Tita Nurcahya Melyani sukses mempersembahkan tiga medali perak dari nomor 48kg putri, sekaligus mencatatkan rekor pribadi baru di ajang yang digelar di Boulevard City, Riyadh.

Atlet berusia 20 tahun itu tampil percaya diri sejak awal. Ia membukukan 68kg di angkatan snatch dan 85kg pada clean and jerk, dengan total 153kg, meningkat tiga kilogram dari rekor pribadinya sebelumnya.

Baca Juga: Cam Thomas Absen 3-4 Minggu, Brooklyn Nets Kehilangan Mesin Poin Utama di Awal Musim NBA Cup 2025/2026

"Alhamdulillah saya bersyukur bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia," ujar Tita seusai pertandingan. "Ini jadi motivasi besar untuk terus berprogres dan memperbaiki catatan angkatan di kompetisi berikutnya."

Medali emas pada kelas ini diraih wakil Turki, Gamez Altun, dengan total angkatan 172kg (72kg snatch, 100kg clean and jerk). Sementara perunggu jatuh ke tangan Nuray Abilova dari Kazakhstan yang mencatat total 144kg.

Keberhasilan Tita langsung mendapat apresiasi dari Chef de Mission Tim Indonesia, Endri Erawan, yang hadir di lokasi pertandingan. Ia menilai penampilan Tita menjadi bukti kuatnya pembinaan atlet muda Indonesia, khususnya di cabang angkat besi.

Baca Juga: Wakil Terakhir Indonesia, Raymond/Nikolaus Tembus Final Korea Masters 2025

"Tita tampil luar biasa dengan mental yang kuat. Ia bukan hanya menyumbangkan medali perdana bagi Indonesia, tetapi juga menunjukkan potensi besar generasi muda kita," ujar Endri.

"Medali ini membuktikan pembinaan di PB PABSI berjalan baik. Semoga prestasi ini bisa memotivasi cabang olahraga lain untuk menyusul," tambahnya.

Sebelumnya, Indonesia sempat meraih medali perunggu dari cabang pencak silat, namun belum masuk hitungan klasemen karena berstatus demo sport.

Baca Juga: Jelang Man City vs Liverpool, Pep Guardiola Kenang Rivalitas Epik dengan Juergen Klopp

Secara keseluruhan, Indonesia menurunkan 39 atlet dari tujuh cabang olahraga di ISG 2025.

Endri menilai prestasi Tita menjadi awal positif perjuangan Indonesia di Riyadh, sekaligus menyalakan semangat untuk perburuan medali berikutnya dari cabang-cabang olahraga lainnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: NOC Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X