SportlinkNews - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan akan segera menuntaskan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga (cabor) yang tampil pada SEA Games Thailand 2025.
Proses penilaian ini menjadi dasar penetapan kebijakan penghargaan dan sanksi bagi masing-masing cabor, sesuai dengan capaian target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono mengungkapkan, saat ini Kemenpora tengah menggelar rapat internal sebagai tahap awal evaluasi.
Baca Juga: Hasil Super League: Persijap Jepara dan PSIM Yogya Berbagi Poin di Pekan ke-15
Hasil rapat tersebut nantinya akan menjadi pijakan dalam menentukan bentuk apresiasi maupun konsekuensi bagi cabor, baik yang melampaui target, memenuhi sasaran, maupun yang gagal mencapai target.
Menurut Surono, seluruh cabor akan dievaluasi tanpa pengecualian. Penilaian tidak hanya berfokus pada kegagalan, tetapi juga mengapresiasi cabor yang menunjukkan kinerja optimal atau bahkan melebihi ekspektasi tim review Kemenpora.
"Kami sudah mengelompokkan cabang yang tidak sesuai target, yang sesuai target, dan yang melampaui target. Semua akan dievaluasi secara objektif," ujarnya di Kemenpora awal pekan ini.
Baca Juga: Jay Idzes Masuk Radar AC Milan, Inter Milan Bidik Tandemnya
"Bagi yang melampaui target tentu ada penghargaan, sementara yang tidak tercapai akan ada konsekuensi kebijakan," tambahnya.
Sejumlah cabor dinilai tampil menonjol dan berpotensi mendapatkan apresiasi khusus. Atletik menjadi salah satu sorotan dengan raihan sembilan medali emas, melampaui target tujuh emas.
Triathlon juga mencatatkan performa impresif dengan tujuh emas dari target enam. Selain itu, panjat tebing, judo, perahu naga, dan wushu menunjukkan hasil di atas sasaran awal.
Baca Juga: Cedera Parah Alexander Isak, Liverpool Harus Bayar Mahal Setiap Gol Sang Striker
Bulutangkis serta pencak silat turut menjaga konsistensi dengan capaian emas sesuai bahkan melebihi target. Cabor-cabor tersebut dianggap berhasil menjalankan program pembinaan secara efektif dan berkelanjutan.
Di kelompok lain, beberapa cabor mampu memenuhi target minimum yang dibebankan. Futsal, karate, taekwondo, voli pantai, hingga bola basket 3x3 masuk dalam kategori ini.
Meski target tercapai, Surono menegaskan evaluasi tetap dilakukan secara mendalam, terutama terkait regenerasi atlet dan kesinambungan prestasi menuju level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Arne Slot Yakin Alexander Isak akan Kembali Bermain Musim Ini
“Medali penting, tapi proses pembinaan, regenerasi, dan kesinambungan prestasi juga menjadi perhatian utama. Evaluasi ini akan memengaruhi arah kebijakan pembinaan ke depan,” kata Surono.
Sementara itu, sejumlah cabor yang gagal memenuhi target emas, bahkan tidak menyumbang emas sama sekali, masuk dalam daftar evaluasi ketat.
Sepak bola menjadi salah satu sorotan setelah gagal mencapai target medali perak dan tersingkir sebelum semifinal.
Baca Juga: Ole Romeny Alami Situasi Unik, Kehilangan Dua Pelatih dalam Setahun
Cabor lain seperti esports, woodball, kriket, voli indoor, sepak takraw, serta beberapa nomor akuatik dan beregu juga dinilai berada di bawah ekspektasi awal.
Hasil tersebut berpotensi berdampak langsung pada kebijakan pembinaan, termasuk kemungkinan penyesuaian hingga penghentian program pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Surono menambahkan, ke depan penerapan Design Besar Olahraga Nasional (DBON) akan semakin tegas dengan skema promosi dan degradasi bagi cabor prioritas.
Baca Juga: Rizky Ridho Buka Suara Usai Persija Takluk dari Semen Padang FC
Karena itu, hasil evaluasi SEA Games 2025 menjadi salah satu rujukan penting dalam menentukan arah pembinaan jangka menengah dan panjang.
Artikel Terkait
Timnas U-22 Indonesia Gagal di SEA Games 2025, Carlos Pena Minta Garuda Muda Bangkit
Prestasi Gemilang Indonesia di SEA Games 2025, 11 Cabor Jadi Juara Umum
Di Balik Medali SEA Games 2025, Olahraga Berkuda Indonesia Habiskan Puluhan Miliar
Bonus dan Motivasi Presiden Prabowo Pacu Prestasi Indonesia di SEA Games 2025
Kepercayaan FFI Berbuah Manis, Futsal Indonesia Bersinar di SEA Games 2025