KONI Jambi Manfaatkan Sport Science untuk Menjaring Atlet Menuju PON Bela Diri 2026

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 21 Januari 2026 | 20:42 WIB
Ketua KONI Jambi Mat Sanusi akan memanfaatkan sport science untuk menjaring atlet.
Ketua KONI Jambi Mat Sanusi akan memanfaatkan sport science untuk menjaring atlet.


SportlinkNews - KONI Provinsi Jambi membuat gebrakan jelang Pekan Olahraga Bela diri jilid 2 di Sulawesi Utara yang akan digelar Juni 2026.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi AKBP Mat Sanusi, mengungkapkan pihaknya akan memanfaatkan sport science untuk menjaring atlet.

Hal ini dilakukan agar prestasi para atlet bela diri Jambi bisa meraih prestasi.

Baca Juga: KONI Pusat Buka Rakernas Empat FN Pordasi 2026 di Jakarta

"Dalam waktu dekat kami segera menggelar seleksi melalui tahapan tes fisik dan kesehatan para atlet," kata Mat Sanusi.

KONI Jambi telah menggelar rapat koordinasi bersama para pimpinan cabang olahraga (cabor) bela diri yang akan dipersiapkan menuju PON Bela Diri III/2026.

Dari delapan cabor yang dipertandingkan di Sulawesi Utara (Sulut), Jambi dipastikan akan berpartisipasi pada tujuh cabor unggulan.

"Tujuh cabor itu adalah Kurash, Tinju, Muaythai, Kick Boxing, Anggar, MMA, dan Savate," ujar Mat Sanusi.

Baca Juga: Pembuktian Beckham Putra kepada John Herdman

Dia menambahkan bahwa ada yang berbeda dalam persiapan kali ini yakni dengan menekankan bahwa pengiriman atlet tidak dilakukan secara asal pilih dimana dalam waktu dekat, KONI Jambi akan menggelar seleksi ketat dengan mekanisme yang lebih modern dan transparan.

Rencana ini pun disambut positif oleh para pimpinan cabor yang dipersiapnan dan mekanisme seleksi tahun ini melibatkan kajian mendalam dari para ahli olahraga yang duduk di kepengurusan KONI.

Dimana poin utama mekanisme seleksi kali ini pada Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) fokus pada standarisasi teknik dan kemampuan tanding.

Baca Juga: Pernyataan Emosional Marc-Andre ter Stegen Berpisah dengan Barcelona

Kemudian pada bidang Sport Science segera mengukur kesiapan fisik, ketahanan, dan kondisi medis atlet secara saintifik dan pada Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) segera melakukan kajian data dan pemetaan potensi medali di tiap nomor pertandingan.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X