lain-lain-olimpik

Ahmad Dhani Serap Aspirasi Wartawan Jatim Terkait Sistem Keolahragaan Nasional

Selasa, 12 Agustus 2025 | 07:04 WIB
Ahmad Dhani diskusi tentang kebijakan keolahragaan nasional dengan PWI Jatim.

SportlinkNews – Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani, melakukan kunjungan kerja ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur di Surabaya, Senin (11/8/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk menghimpun masukan masyarakat, khususnya dari kalangan insan pers, terkait sistem keolahragaan nasional yang masih menjadi perdebatan publik.

Pentolan Dewa 19 itu disambut langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, beserta jajaran pengurus.

Baca Juga: SIWO PWI Kaltara Awards II 2025 Apresiasi Insan Olahraga Berprestasi, Berikut Daftar Penerimanya

Dalam pertemuan tersebut, suasana diskusi berlangsung akrab namun sarat dengan pembahasan kritis.

Para wartawan menyampaikan pandangan mereka terkait kebijakan keolahragaan nasional, mulai dari pembinaan atlet di daerah, pendanaan, hingga tata kelola organisasi olahraga.

“Kami ingin mendengar langsung suara dari para wartawan di Jawa Timur, karena mereka sering bersentuhan dengan dunia olahraga dan memahami realita di lapangan,” ujar Ahmad Dhani.

Baca Juga: Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 Ditolak, KONI Pusat Gulirkan PON Bela Diri

Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, menyampaikan bahwa wartawan tidak hanya menjadi peliput, tetapi juga saksi perjalanan prestasi dan tantangan olahraga nasional.

“Pers punya perspektif yang unik. Banyak hal di lapangan yang mungkin luput dari perhatian pembuat kebijakan,” kata Lutfil.

Menurut Lutfil, lembaga yang menangani kegiatan olahraga prestasi acap tumpang tindih. Dikatakan event olahraga prestasi saja terlalu banyak yang menangani.

"Mulai Pekan Olahraga Nasional (PON), Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas), Porseni hingga Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas),” ujarnya.

Baca Juga: Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani: Naturalisasi Pemain Usia 40 Tahun Dijodohkan dengan Perempuan Indonesia, Warganet Bereaksi Itu Rasis

Implikasinya, tutur Lutfil, tentu pembinaan menjadi tidak fokus. Beaya besar yang harus dikeluarkan untuk membeayai pelbagai pekan olahraga prestasi itu terasa mubasir.

Halaman:

Tags

Terkini