SportlinkNews – Koperasi Olahraga Juang Indonesia (KOJI) menyelenggarakan Indonesia Sports Synergy Summit (ISSS) 2025 pada 5–7 September 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Untuk pertama kalinya, ISSS digelar sebagai wadah strategis untuk menyatukan ekosistem olahraga Indonesia yang selama ini masih terfragmentasi.
Ketua KOJI sekaligus Penyelenggara ISSS 2025, Ahmad Saefudin, menegaskan bahwa fragmentasi dunia olahraga nasional menimbulkan keterbatasan dalam kolaborasi, pendanaan, hingga pengembangan talenta.
Baca Juga: Diguyur Bonus PON XXI Aceh-Sumut, KONI Riau Mohon Maaf
“ISSS hadir untuk menyatukan regulator, federasi, klub, pelaku industri, komunitas, hingga investor agar bersinergi dalam satu visi. Olahraga tidak hanya soal prestasi, tetapi juga identitas, kesehatan, dan kesejahteraan bangsa,” ujarnya.
Lebih jauh, Ahmad menjelaskan bahwa ISSS juga merupakan wadah untuk mentransformasikan inisiatif-inisiatif inovatif dalam pengelolaan olahraga.
“ISSS 2025 akan memberikan wadah untuk mentransformasikan kembali inisiatif inovasi berbagai pemikiran yang berkemajuan dan berkelanjutan. Siapapun instansi olahraganya, harus memiliki kewirausahaan. KOJI hadir untuk menjawab itu. Rekan-rekan di ISSS 2025 mengelola keolahragaan sehingga ekonomi olahraga muncul menjadi potensi dan mempunyai masa depan. Mari kita bersinergi untuk negeri dalam rangka mendukung Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Baca Juga: 23 untuk 23: Nike Meningkatkan Standar Sepatu Kets Signature ke-23 LeBron James
Sekretaris KOJI, Isman Ramadhan, menyatakan bahwa ISSS 2025 merupakan wujud semangat sinergi ekosistem olahraga Indonesia.
"Melalui forum ini, kami ingin memastikan olahraga Indonesia mandiri, profesional, dan mampu bersaing di kancah global. Harapannya, ISSS bisa menjadi agenda tahunan KOJI yang konsisten menyatukan ekosistem olahraga yang masih terfragmentasi,” katanya.
Isman juga menyoroti besarnya potensi industri olahraga nasional.
Baca Juga: Mendadak, Neymar Ketiban Warisan Rp 14,4 Triliun dari Orang Tak Dikenal
“Di satu sisi, kalau kita melihat industri olahraga di Indonesia khususnya mempunyai potensi sekitar Rp96 triliun dari data Kemenpora, pertumbuhannya baru 35%. Dengan sinergi, angka ini bisa jauh lebih optimal,” ungkapnya.
Potensi Ekonomi Olahraga
Secara global, nilai pasar industri olahraga diproyeksikan mencapai USD 599,9 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan (CAGR) 8%, jauh melampaui pertumbuhan GDP dunia yang hanya 3,2%.