SportlinkNews - Menjelang 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025 (Kejuaraan Dunia Senam Artistik) di Indonesia Arena, Jakarta, 19–25 Oktober, para atlet senam nasional siap secara teknis dan mental.
Salah satu pesenam muda yang menjadi sorotan adalah Alarice Mallica Vilobianne, atlet berusia 17 tahun yang tengah menantikan debutnya di ajang tertinggi senam artistik dunia.
Meski baru pertama kali tampil di kejuaraan sekelas ini, Alarice mengaku siap mempersembahkan penampilan terbaik untuk Indonesia.
Baca Juga: Kapten Garuda Asia: Lawan Brasil Jadi Pengalaman Berharga, Kami Siap Tampil Maksimal di Piala Dunia U-17
"Saya sudah mempersiapkan diri sejak lama, baik fisik maupun mental. Sekarang fokus saya hanya satu, yaitu tampil sebaik mungkin dan menunjukkan kemampuan terbaik di depan publik sendiri," ujar Alarice saat ditemui di GOR Senam Radin Inten, Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2025.
Bersama pelatih Eva Butarbutar, Alarice telah menjalani program latihan intensif selama beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya, ia juga meraih hasil membanggakan di Pharaoh’s Cup 2025 di Mesir, dengan membawa pulang medali emas pada nomor lantai.
Baca Juga: Nova Arianto Ingin Timnas U-17 Nikmati Piala Dunia, Bukan Terbebani Ekspektasi
Kejuaraan dunia kali ini memiliki arti khusus bagi seluruh tim Indonesia.
Selain menjadi ajang pembuktian kualitas para pesenam nasional, momen ini juga menjadi bentuk penghormatan bagi rekan mereka, Naufal Takdir Al Bari, yang meninggal bulan lalu.
"Kami semua ingin tampil untuk Naufal. Ia teman dan sosok yang selalu memberi semangat. Kami berharap penampilan kami nanti bisa menjadi persembahan terbaik untuknya," tutur Alarice dengan nada haru.
Baca Juga: Aston Martin Bantah Adanya Pembicaraan Tentang Pengunduran Diri Fernando Alonso di F1 2027
Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) sendiri telah menetapkan delapan atlet yang akan mewakili Merah Putih di kejuaraan dunia kali ini.
Terdiri atas lima pesenam putra, Abiyu Raffi, Muhammad Aprizal, Satria Tri Wira Yudha, Agung Suci Tantio Akbar, dan Joseph Judah Hatoguan. Serta tiga pesenam putri, yakni Alarice Mallica, Salsabilla Hadi Pamungkas, dan Larasati Rengganis.
Menurut Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) FGI, Hesti Diwayanti, proses seleksi dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan performa, kondisi fisik, serta kesiapan setiap atlet.
Baca Juga: Harryadin Mahardika Resmi Jadi Nahkoda dan Pemilik Baru Hangtuah Jakarta
"Kami memastikan seluruh atlet yang terpilih benar-benar dalam kondisi terbaik. Kejuaraan dunia ini bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang bagaimana mereka bisa tampil percaya diri dan mendapatkan pengalaman berharga di level internasional," jelas Hesti.
Bagi Alarice, kejuaraan dunia di rumah sendiri menjadi kesempatan langka untuk belajar dari para pesenam top dunia. Ia berharap bisa menyerap pengalaman sebanyak mungkin dari para atlet Olimpiade yang juga turun di ajang ini.
"Saya ingin belajar bagaimana mereka mengendalikan rasa gugup, menjaga fokus, dan tetap konsisten. Saya ingin tumbuh dari pengalaman ini," ujarnya.