lain-lain-olimpik

Dari Tegang hingga Haru, Kisah Debut Tim Senam Putra Indonesia di Kejuaraan Dunia 2025

Senin, 20 Oktober 2025 | 22:50 WIB
Pesenam Indonesia, Abiyu Raffi tampil di nomor gelang-gelang pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, 20 Oktober. (JAGOC)

SportlinkNews - Tim senam artistik putra Indonesia menjalani debut bersejarah di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025.

Meski sebagian besar atlet tampil untuk pertama kalinya di level senior dunia, semangat juang mereka tetap menjadi sorotan utama.

Bagi Abiyu Raffi, tampil di ajang sebesar ini menjadi pengalaman yang penuh tekanan. Ia mengakui masih merasa tegang, terlebih karena tampil sebagai tuan rumah. Ia pun bertekad untuk tidak mengecewakan.

"Masih terlalu tegang karena ini kejuaraan dunia senior pertama kami. Kalau di junior sudah pernah, tapi ini lebih nervous karena kami tuan rumah, jadi harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin," ujarnya.

Baca Juga: Alex Pereira Rebut Sabuk Juara, Jiri Prochazka Ungkap Alasan Tak Terkejut

Pengalaman apa yang diperoleh, Abiyu menilai pengalaman mental. Karena lawannya adalah para olimpian.

"Jadi masih harus belajar lagi, evaluasi lagi. Karena target saya tidak selesai di sini tentunya," ucapnya. 

Rekan setimnya, Satria Tri Wira Yudha, juga mengakui sempat gugup sebelum pertandingan dimulai. Namun, seiring jalannya perlombaan, ia menilai penampilannya di beberapa alat cukup kompetitif.

"Deg-degan banget, tapi setelah jalan, apalagi waktu saya tampil di palang tunggal, saya rasa sudah lumayan bagus. Ini pengalaman yang luar biasa," katanya.

Baca Juga: Simon Tahamata Pamer Foto Bareng Frank de Boer, Netizen Sebut Kode Pelatih Baru Timnas Indonesia

Sementara itu, Joseph Judas Hatoguan menjadikan ajang ini sebagai momen kebangkitan pribadi.

Ya, Joseph menilai di sini dia bukan mencari pengalaman lagi, tetapi ia ingin memberikan dirinya sendiri kesempatan untuk comeback setelah sembuh dari sakitnya.

"Buat aku pertandingan ini bukan lagi cari pengalaman. Aku baru masuk masa remisi leukemia, jadi ini ajang comeback. Sayangnya aku sempat cedera waktu latihan, jadi nggak bisa tampil di nomor lantai," tuturnya.

Agung Suci Tantio Akbar, tampil di antara para atlet Olimpiade menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pasalnya melihat para Olimpian berlatih malah membuatnya canggung, jadi malah tidak percaya diri dengan gerakannya sendiri. 

Baca Juga: Thom Haye dan Marc Klok Pilih Bungkam soal Nasib Timnas Indonesia Usai Patrick Kluivert Didepak

"Awalnya enggak pede lihat mereka, jadi minder dengan gerakan sendiri. Tapi kami tetap berusaha tampil maksimal untuk Indonesia," ucapnya.

Agung menyampaikan bahwa persiapan tim tidak sepenuhnya maksimal akibat insiden yang dialami Naufal. Ia mengaku masih teringat rekan setimnya itu, yang seharusnya turut berlaga bersama mereka di Kejuaraan Dunia.

Pelatih tim, Ferrous One Willyodac, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski menilai penampilan mereka belum maksimal. Ada beberapa kendala, bukan hanya teknis menurutnya, tetapi juga non teknis. 

"Ada yang tampil bagus, ada juga yang terkendala, ada juga yang cedera. Tapi saya melihat dari sisi perjuanganya, mereka bisa di bawah tekanan setinggi ini sudah luar biasa," katanya.

Baca Juga: Jonatan Christie Akhiri Rekor 20 Kemenangan Beruntun Shi Yu Qi di Denmark Open 2025

Ferrous juga mengungkapkan kondisi salah satu atlet, Aprizal, yang terpaksa mundur karena sakit inluenza.

Sempat membaik, tetapi kondisinya dari semalem hingga pagi tadi tidak berubah malah cenderung makin parah, karena disertai mual yang hebat. 
.
"Sebelum berangkat dia sempat flu. Setelah agak membaik, menjelang hari H malah meriang dan mual hebat hingga pagi ini, tim Dokter menyarankan untuk tidak diturunkan," jelasnya.

Baca Juga: Format Rumit SEA Games 2025, Timnas U-22 Indonesia Harus Juara Grup

Meski belum mencapai hasil terbaik, para atlet sepakat bahwa pengalaman di ajang dunia ini menjadi bekal berharga untuk masa depan.

"Yang paling penting mental. Lawannya para atlet Olimpiade, jadi banyak pelajaran yang bisa diambil. Setelah ini kami evaluasi lagi dan siap target berikutnya," tutup Ferrous.

Tags

Terkini