lain-lain-olimpik

Dari 1959 ke 2025: Evolusi SEA Games dan Tantangan Terkini di Thailand

Kamis, 4 Desember 2025 | 16:13 WIB
Logo SEA Games 2025 Thailand. (Kita Garuda)

SportlinkNews - Sebagai salah satu multievent olahraga terbesar di Asia Tenggara, SEA Games memiliki perjalanan panjang yang membentuk identitasnya hingga hari ini.

Pesta olahraga dua tahunan ini bukan hanya menjadi panggung unjuk prestasi atlet, tetapi juga simbol persatuan kawasan.

Kisah SEA Games bermula pada 1958 ketika para delegasi Asia Tenggara berkumpul di Tokyo saat Asian Games ke-3.

Dalam pertemuan itu, Luang Sukhumanaipradit, wakil presiden Komite Olimpiade Thailand, mengusulkan penyelenggaraan pesta olahraga khusus negara-negara Semenanjung Asia Tenggara.

Baca Juga: Puluhan Tahun Menunggu, Empat Negara Akhirnya Kembali ke Pentas Piala Dunia 2026

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari enam negara pendiri, yakni Burma (Myanmar), Kamboja, Laos, Malaya (Malaysia), Thailand, dan Vietnam Selatan.

Setahun kemudian, pada 1959, lahirlah SEAP Games edisi perdana di Bangkok dengan 12 cabang olahraga dan diikuti lebih dari 500 peserta.

Seiring dinamika politik kawasan, keanggotaan ajang ini berkembang. Pada 1977, Federasi SEAP resmi berubah menjadi Southeast Asian Games Federation (SEAGF). 

Di tahun yang sama, Brunei, Indonesia, dan Filipina bergabung dan membuat ajang ini diresmikan sebagai SEA Games. Vietnam yang telah bersatu kembali berpartisipasi sejak 1989, disusul Timor Leste pada 2003.

Baca Juga: Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes: Siapa yang Meragukan Kami, Mereka Tidak Paham Sepak Bola

Sejak 1959, SEA Games menggunakan simbol cincin yang melambangkan negara anggota.

Awalnya hanya enam cincin, kemudian bertambah menjadi 10 pada 1999, dan menjadi 11 mulai SEA Games 2011 untuk mencerminkan kehadiran Timor Leste sebagai anggota terbaru.

Perubahan logo ini menandai pertumbuhan pesat pesta olahraga yang kini merangkul seluruh negara Asia Tenggara.

SEA Games ke-33

Tahun 2025 menjadi tonggak penting karena Thailand kembali menjadi tuan rumah untuk kali kelima. Ajang ini digelar pada 9-20 Desember 2025 di tiga kota, yakni Bangkok, Chonburi, dan Songkhla pada awalnya.

Baca Juga: Duel Persib vs Borneo FC Tidak akan Mudah, Bojan Hodak Minta Bantuan Bobotoh

Tapi, bencana banjir besar yang melanda Songkhla membuat pemerintah Thailand memindah pertandingan 10 cabang olahraga ke Bangkok. 

Pada edisi kali ini, Indonesia menurunkan 996 atlet, jumlah kontingen terbesar keempat setelah Thailand, Filipina, dan Malaysia. Bagi pemerintah, SEA Games menjadi batu loncatan menuju Olimpiade 2028.

"Keikutsertaan Indonesia di SEA Games 2025 Thailand akan menjadi dasar evaluasi dan penyusunan roadmap menuju Olimpiade 2028," ujar Menpora Erick Thohir di Jakarta, 21 November 2025.

Baca Juga: Apa Kata Conte Usai Napoli Butuh Sudden Death untuk Akhiri Kutukan Coppa Italia

Dari 54 cabang olahraga yang dipertandingkan, Indonesia ambil bagian di 48 cabang dengan target minimal 80 medali emas dan finis di posisi tiga besar klasemen akhir.

Pada edisi kali ini, Thailand mengangkat identitas budaya mereka dalam setiap elemen SEA Games. Logo menyatukan pola seni tradisional Thailand dengan garis-garis lapangan olahraga, melambangkan disiplin sekaligus kreativitas.

Moto "Ever Forward" mengajak negara-negara Asia Tenggara untuk terus bergerak maju tanpa henti.

Maskot "The Sans", terinspirasi dari tenun tradisional Saan, memvisualisasikan keberagaman dalam harmoni melalui konsep 7 hari, 7 warna, dan 7 karakter.

Baca Juga: Lindsey Vonn Bikin Jantung Berdebar Kencang Berpose Tanpa Bra

SEA Games 2025 mempertandingkan total 54 cabang olahraga.

Mulai dari induk olahraga seperti atletik, renang, panahan, dan sepak bola, hingga cabor tradisional dan modern seperti pencak silat, esports, muay thai, hingga mixed martial arts (MMA).

SEA Games bukan lagi sekadar kompetisi. Ia adalah simbol persahabatan, solidaritas, dan semangat Asia Tenggara untuk terus melangkah maju. 

Tags

Terkini