lain-lain-olimpik

Tim Indonesia Tambah Cabor dan Atlet untuk Maksimalkan Peluang Emas SEA Games 2025

Jumat, 5 Desember 2025 | 21:57 WIB
Tim Indonesia dikukuh oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kemenpora, Jumat, 5 Desember 2025 sebelum dilepas Presiden. Ada penambahan jumlah atlet dari 996 menjadi 1.021 orang. (KEMENPORA)

SportlinkNews - Setelah resmi dikukuhkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kemenpora, Jumat, 5 Desember 2025 kontingen Indonesia bersiap penuh menuju SEA Games 2025 Thailand. 

Pengukuhan tersebut menjadi rangkaian penting sebelum para atlet dilepas langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa kontingen Merah Putih mengalami penambahan cabang olahraga di detik-detik akhir. 

Anggar, yang sebelumnya belum dipastikan masuk, akhirnya mendapat konfirmasi sebagai nomor yang dipertandingkan, sehingga Indonesia kini mengikuti 49 dari total 54 cabang olahraga di SEA Games 2025. Sebelumnya, Indonesia hanya berencana turun di 48 cabor.

Menurut Okto, proses keberangkatan atlet dilakukan secara bertahap sejak 29 November. Penjadwalan ini menyesuaikan dengan cabang-cabang yang lebih dulu dipertandingkan sebelum seremoni pembukaan pada 9 Desember 2025. 

"Beberapa nomor seperti sepak bola putra-putri, equestrian polo, handball, serta bulutangkis sudah berangkat lebih awal. Mereka menuju dua lokasi utama, yakni Bangkok dan Chonburi," jelasnya.

Sementara itu, seluruh pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di wilayah Songkhla telah dipindahkan ke Bangkok, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengaturan perjalanan tim.

Perbesar peluang

Erick menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan dukungan maksimal untuk para atlet yang berlaga. Penambahan atlet, termasuk yang masuk pada menit-menit akhir, menjadi langkah strategis untuk memperbesar peluang meraih medali emas.

"Kami di Kemenpora menyisir anggaran semaksimal mungkin dan mengirimkan atlet sebanyak-banyaknya untuk meraih medali terbanyak, terutama medali emas dengan target 80 keping," ujarnya. 

Meski demikian, Erick menekankan bahwa dengan target itu bukan berarti Indonesia boleh terlena. "Apakah kita kemudian berpuas diri? Tentu tidak. Kita ingin memberikan yang terbaik untuk mencapai hasil terbaik. Jadi jangan dibalik paradigmanya." 

Menurutnya, Indonesia sudah kehilangan 41 potensi medali emas akibat sejumlah nomor yang tidak lagi dipertandingkan di Thailand ini. Dengan bertambahnya jumlah atlet serta cabang yang diikuti, pemerintah berharap hilangnya peluang tersebut dapat terkompensasi melalui kontribusi dari nomor-nomor lain.

Tags

Terkini