SportlinkNews - Penantian panjang selama lebih dari dua dekade akhirnya berakhir.
Nomor lompat galah putri yang lama tak menghadirkan emas untuk Indonesia kini kembali bersinar lewat penampilan luar biasa Diva Renatta Jayadi di SEA Games Thailand 2025.
Bertanding dengan penuh percaya diri, Kamis, 11 Desember 2025, Diva menunjukkan kapasitasnya sebagai atlet galah putri terbaik Indonesia saat ini.
Baca Juga: Monster Energy Honda HRC Umumkan Pembalapnya yang akan Berkompetisi Sepanjang 2026
Lompatannya setinggi 4,35 meter bukan hanya memastikan medali emas, tetapi juga menghadirkan dua catatan bersejarah sekaligus, yakni pecah rekor nasional atas namanya sendiri (4,30 meter) dan menuliskan rekor baru SEA Games.
Di belakangnya, atlet Thailand harus puas dengan raihan perak usai menghasilkan lompatan setinggi 4,05 meter.
Sementara posisi ketiga ditempati bersama oleh kompatriot Diva, Maria A. Melabessy dan satu atlet Thailand lainnya, yang sama-sama membukukan lompatan 3,90 meter.
Baca Juga: Legenda Balap Sepeda Inggris Ini Mengalami Kecelakaan Terburuk dalam Insiden Sepeda Gunung
Kepala Bidang Pembinaan sekaligus Manajer Timnas Atletik PB PASI, Mustara, menyebut pencapaian Diva sebagai tonggak penting bagi kebangkitan nomor lompat galah putri Indonesia.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil konsisten dari pembinaan jangka panjang.
"Ini pencapaian terbaik Diva selama tampil di SEA Games. Rekor SEA Games pecah, rekor nasional juga diperbarui lagi. Setelah ini, tim Binpres PB PASI akan mengevaluasi agar Diva dapat terus berkembang dan bersaing di level Asia," ujar Mustara.
Baca Juga: Nike Rilis Phantom 6 Black Mamba, Sepatu Sepak Bola Terinspirasi Kobe Bryant
Keberhasilan Diva terasa semakin istimewa karena membawa publik kembali pada kenangan 22 tahun lalu, ketika Ni Putu Desi Margawati meraih emas di SEA Games Hanoi 2003 dengan lompatan 3,95 meter.
Sejak saat itu, nomor ini seolah tenggelam dari pundi-pundi emas Merah Putih, hingga hari ini.
"Capaian Diva ini menjadi yang terbaik setelah Ni Putu Desi pada 2003. Ini kebanggaan besar bagi atletik Indonesia," tambah Mustara.