SportlinkNews - Rekor SEA Games 100meter putra yang selama hampir 16 tahun tak tersentuh itu akhirnya runtuh. Catatan sensasional 10,17 detik milik Suryo Agung Wibowo yang lahir di SEA Games 2009 kini resmi mendapat pewaris baru.
Adalah sprinter Thailand, Boonson Puripol, yang memecah keheningan rekor tersebut di Supachalasai National Stadium lewat torehan 9.94 detik saat preliminary heat 1.
Sayangnya di babak final, meskipun Puripol belum berhasil memperbaruinya lagi setelah hanya menghasilkan waktu tercepat 10.00 detik untuk memberikannya medali emas.
Baca Juga: Dimas Drajad Kirim Pesan untuk Bojan Hodak Jelang Laga Malut United vs Persib
Sayangnya, pelari Indonesia dalam satu dekade terakhir, Lalu Muhammad Zohri belum berhasil menjadi yang terdepan. Ia mengamankan medali perak setelah mencatatkan waktu 10,25 detik.
Padahal sebelumnya sang pemegang rekor, Suryo Agung yakin Zohri bisa memecahkan skornya. Ini melihat dari performa anak asuhnya itu saat melakoni TC di Jepang beberapa lalu, Zohri mampu menorehkan waktu di bawah 10 detik.
"Memang Zohri sejauh ini berjuang sendiri sebagai sprinter, tapi ia memiliki supporting system yang bagus. Tinggal memang pada saat berlomba bagaimana dia menguasai pikirannya dengan tidak memikirkan apa yang tidak harus dipikirkan," tukasnya.
Baca Juga: Kontroversi Penalti Erling Haaland, Xabi Alonso Marah dan Posisi di Real Madrid Terancam
Zohri mengaku penampilannya di final 100 meter ini merupakan buah dari perjuangan panjang, mulai dari training camp di Jepang hingga proses pemulihan cedera ACL pada lutut kirinya. Cedera itu pula yang membuatnya tak diizinkan tampil di nomor 200 meter.
"Terima kasih kepada semua masyarakat Indonesia yang telah mendukung saya. Latihan saya memang terbatas karena lutut saya masih bermasalah," ucapnya.
Zohri mengatakan bila dari start sampai 30 meter terakhir dirinya masih memimpin, tapi di ujung sayangnya tenaganya habis. "Kurang latihan saja karena saya belum bisa latihan lebih dari 100 meter," ujar Zohri menambahkan.
Baca Juga: Peluang Persib Bertemu Al-Nassr di Final ACL 2, Bojan Hodak: Fokus ke Malut United Dulu
Meski demikian, peluang untuk menambah medali masih terbuka. Zohri dijadwalkan turun di nomor estafet, walau keputusan akhir tetap melihat kondisi lututnya yang belum pulih sepenuhnya.
Sementara itu, tambahan kabar baik datang dari lintasan jarak menengah. Putra Wahyudi mempersembahkan perak untuk Indonesia di nomor 1500 meter putra dengan waktu tiga menit 49,09 detik.
Bagi Putra, medali ini memiliki makna yang lebih dalam karena ia persembahkan untuk si buah hati yang akan lahir.