lain-lain-olimpik

Indonesia Kokoh di Peringkat Dua SEA Games 2025, Prestasi Terbaik Sejak Chiang Mai 1995

Kamis, 18 Desember 2025 | 23:14 WIB
Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari (tengah), bersama CdM Indonesia Bayu Priawan saat meninjau cabor tarik tambang di SEA Games 2025 Thailand. (NOC Indonesia)

SportlinkNews - Tim Indonesia nyaris dipastikan menorehkan catatan bersejarah pada SEA Games 2025 Thailand.

Hingga dua hari jelang penutupan, Merah Putih masih kokoh menempati posisi kedua klasemen perolehan medali, sebuah pencapaian yang sudah lama dinanti sejak terakhir kali di SEA Games 1995 Chiang Mai.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para atlet, pelatih, dan pembina cabang olahraga yang telah mengantarkan Indonesia kembali ke jajaran elite Asia Tenggara.

Baca Juga: ADP Collection Resmi Dirilis, Juventus Abadikan Warisan Alessandro Del Piero

Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang dijalankan mulai menunjukkan hasil nyata.

Indonesia sementara mengoleksi 80 medali emas, 92 perak, dan 110 perunggu.

Raihan tersebut menempatkan Merah Putih tepat di bawah tuan rumah Thailand yang telah memastikan diri sebagai juara umum dengan torehan 194 emas, 130 perak, dan 98 perunggu. 

Baca Juga: FIFA Batalkan Tiga Hasil Laga Timnas Malaysia, Harimau Malaya Dihukum Berat

Di sisi lain, Indonesia juga berhasil menggeser Vietnam, sang juara bertahan, ke posisi ketiga dengan 72 emas, 73 perak, dan 99 perunggu.

"Sudah cukup lama kita menantikan momen bisa kembali ke dua besar sejak 1995. Tentu ini membanggakan, tetapi jangan berhenti di sini," katanya kepada wartawan di Bangkok, Kamis malam, 18 Desember 2025.  

"Sebagai negara besar di Asia Tenggara, target kita berikutnya adalah kembali menjadi juara umum dan tampil lebih kuat di Asian Games serta Olimpiade."

Baca Juga: Akademi Osasuna Tajonar Terus Berbagi Metodologi Pengembangan Pemain ke Indonesia

Okto menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif. Sinergitas dari semua pihak terkait, termasuk pemerintah melalui dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga. 

Dukung pemerintah itu yang dinilainya menjadi fondasi penting di balik prestasi tersebut. Ia juga menyoroti peran besar dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan olahraga nasional.

Hal yang paling menggembirakan, lanjut Okto, adalah peningkatan signifikan prestasi cabang olahraga Olimpiade. 

Baca Juga: Minim Menit Bermain, Rezaldi dan Hamra Hehanussa Berpotensi Dilepas Persib

Sejumlah cabor seperti bulutangkis, atletik, renang, menembak, triathlon, tenis, angkat besi, panahan, hingga panjat tebing tidak hanya memenuhi target, tetapi sebagian di antaranya melampaui ekspektasi.

"Tanpa mengesampingkan cabor non-Olimpiade, hasil di Thailand ini memberi sinyal kuat bahwa kita punya potensi besar di cabor Olimpiade jika pembinaannya dilakukan secara konsisten dan terarah," tegas Okto.

Ia pun mendorong agar fokus pembinaan nasional ke depan semakin diarahkan pada cabang-cabang Olimpiade. Menurutnya, medali emas yang telah diraih harus dijaga sekaligus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.

Baca Juga: Kecelakaan Mobil Kembali Merenggut Nyawa Pemain Bola Muda Jebolan Wolves Academy

Sejalan dengan itu, Okto menyebut kebijakan serupa juga telah menjadi bagian dari program Menpora, Erick Thohir.

Bahkan, Kemenpora telah mengarahkan agar Pekan Olahraga Nasional (PON) ke depan lebih menitikberatkan pada cabang olahraga Olimpiade. 

Di mana mulai PON NTB–NTT, komposisi pertandingan direncanakan terdiri dari 70 persen cabor Olimpiade, 20 persen non-Olimpiade, dan 10 persen cabang olahraga pilihan tuan rumah.

Baca Juga: Honda Bersiap Meluncurkan Unit Daya Baru untuk Aston Martin Menjelang Musim Balap F1 2026

"Harapannya SEA Games menjadi fondasi dasar untuk ke level prestasi yang lebih tinggi. Karena sasaran kita bukan hanya SEA Games, tetapi Olimpiade," tegas Okto. 

Tags

Terkini