lain-lain-olimpik

SEA Plus Siap Digelar 2028, KOI Dorong Transformasi Pesta Olahraga Regional

Kamis, 25 Desember 2025 | 22:21 WIB
Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (ISTIMEWA)

SportlinkNews - Peta olahraga kawasan Asia Tenggara berpeluang mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun ke depan. 

Komite Olimpiade Indonesia mengungkap rencana lahirnya ajang multievent baru bertajuk SEA Plus, sebuah pesta olahraga regional yang melibatkan negara-negara di luar kawasan ASEAN.

Ajang SEA Plus dijadwalkan menggelar edisi perdananya pada 2028 dengan Filipina sebagai tuan rumah.

Baca Juga: Fokus Dibenahi, Timnas Futsal U-16 Mantap Tatap Duel Penentuan Kontra Thailand

Kompetisi ini akan memperluas cakupan SEA Games yang selama ini hanya diikuti 11 negara Asia Tenggara, dengan menambahkan peserta dari kawasan Asia Tengah hingga Oseania.

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari menyampaikan bahwa Indonesia menjadi salah satu inisiator utama dalam gagasan perluasan tersebut.

Menurutnya, transformasi ini diperlukan agar ajang olahraga regional mampu berkembang lebih kompetitif dan relevan dengan standar internasional.

Baca Juga: Ronaldo Borong 2 Properti di Tengah Laut Merah, Hanya Bisa Disakses dengan Pesawat Amfibi

"Kami menginisiasi perluasan SEA Games menjadi SEA Plus. Jadi bukan hanya negara Asia Tenggara, tetapi juga melibatkan negara-negara dari Asia Tengah dan Oseania, seperti Bhutan dan beberapa negara Pasifik," ujar Okto di Menara Olahraga Nasional, pertengahan pekan ini.

Dengan konsep baru tersebut, SEA Plus diharapkan menjadi tolok ukur prestasi yang lebih luas dibanding SEA Games konvensional.

Okto menilai, selama ini pengukuran prestasi di level ASEAN masih terbatas karena jumlah dan kualitas persaingan yang relatif sempit.

Baca Juga: Gali Freitas Rayakan Natal Bersama Pemain Persebaya Meski Beda Agama

"Biasanya kita mengukur prestasi di SEA Games dengan 11 negara. Ke depan, dengan SEA Plus, ukuran kompetisinya akan lebih besar dan menantang," jelasnya.

Meski telah diumumkan akan bergulir pada 2028, Okto mengakui detail teknis terkait cabang olahraga maupun format pertandingan masih dalam tahap pembahasan.

Namun, ia menegaskan bahwa momentum ini juga harus dibarengi dengan evaluasi serius terhadap cabang olahraga yang dipertandingkan.

Baca Juga: Bersiap ke Reli Dakar, Julian Johan Dapat Dukungan Tokoh Otomotif Nasional

Selama ini, SEA Games kerap diwarnai masuknya cabang non-olimpik demi ambisi tuan rumah mengejar status juara umum. Menurut Okto, pendekatan tersebut perlu ditinjau ulang agar selaras dengan tujuan jangka panjang pembinaan atlet.

"SEA Plus bisa menjadi ajang yang lebih objektif. Dari sini kita bisa melihat cabang-cabang yang benar-benar memberikan prestasi dan menjadi acuan pemerintah dalam menentukan cabor unggulan," katanya.

Lebih lanjut, pihaknya mendorong agar penyelenggaraan event regional ke depan semakin menitikberatkan pada nomor-nomor Olimpiade.

Baca Juga: Lin Jarvis Resmi Cerai dengan Yamaha, Torehkan Catatan Emas dalam Tiga Dekade di Balap Grand Prix

Langkah ini dinilai penting agar investasi besar pemerintah di sektor olahraga berdampak langsung pada lahirnya atlet berdaya saing global.

"Potensi cabang olahraga lokal harus dihitung ulang. Prioritas harus diberikan pada nomor Olimpiade supaya atlet kita tidak hanya berjaya di regional, tetapi juga mampu lolos dan bersaing di Olimpiade maupun Asian Games," pungkas Okto.

Dengan rencana hadirnya SEA Plus, lanskap kompetisi olahraga regional Asia Tenggara pun diproyeksikan memasuki babak baru yang lebih terbuka, kompetitif, dan berorientasi dunia.

Tags

Terkini