“Untuk olahraga, kita harus bersatu, kalau mau berprestasi, kita harus bersatu, dan untuk olahraga, orientasi kita hanya Merah Putih,” pesan Ketum KONI Pusat.
NTT di bawah kepemimpinan Josef, terpenting adalah keberhasilan meyakinkan masyarakat olahraga prestasi Indonesia untuk menetapkan NTT bersama NTB menjadi tuan rumah PON XXII/2028 pada Musornaslub KONI 2022.
“Saya dilantik dengan tugas menjadikan NTT tuan rumah PON XXII/2028, oleh karena itu saya mohon izin untuk sukseskan PON XXII/2028,” katanya.
Baca Juga: SIWO PWI Award 2025: Penghormatan Tertinggi untuk Pahlawan Olahraga
Selanjutnya, Josef jelaskan sejarah KONI. Semua cabang olahraga harus ikuti apa tujuan para pendiri di tahun 1938.
“Saya mengimbau semua cabang olahraga harus rajin kolaborasi dan koordinasi kepada KONI, bukan kepada yang lain,” tegasnya.
“Keberhasilan diraih hanya dengan keharmonisan,” pesannya.
Sebagai catatan, Josef dan jajarannya mengantar NTT menempati peringkat ke-14 PON Bela Diri I/2025 Kudus (2 Emas, 4 Perak, 9 Perunggu) dan peringkat Ke-19 PON XXI/2024 Aceh-Sumut (7 Emas, 13 Perak, 16 Perunggu).
Baca Juga: Wolves 1 Chelsea 3: Hattrick Cole Palmer Membawa Liam Rosenior Meraih Empat Kemenangan Beruntun
Sebelumnya, NTT peringkat ke-19 PON XX/2021 Papua (5 Emas, 10 Perak, 9 Perunggu), peringkat ke-18 PON XIX/2016 Jawa Barat (7 Emas, 7 Perak, 9 Perunggu) dan peringkat Ke-23 PON XVIII/2012 Riau (3 Emas, 9 Perak, 5 Perunggu).
Terkait prestasi, Gubernur NTT tetapkan target masuk 10 besar PON XXII/2028 NTT-NTB.
Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah provinsi. “Kami sudah buat kerja sama regional NTT-NTB-Bali, mencakup 7 aspek,” sebutnya.
“Kita mencapai Panca Sukses, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, sukses perekonomian dan sukses pariwisata,” lanjut gubernur.
“Kami mempersiapkan anggaran Rp 250 miliar untuk penyelenggaraan,” ujar Melkiades berharap Kabupaten/Kota juga menganggarkan.