SportlinkNews - Indonesia mendapat kepercayaan besar menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center, 20-27 Februari mendatang.
Ajang ini bukan sekadar turnamen rutin, melainkan panggung penting pembinaan usia muda sekaligus bagian dari jalur menuju Youth Olympic 2026.
Ratusan atlet muda dari 26 negara Asia dan Oseania ambil bagian. Total 801 fencer akan bersaing di nomor floret, degen (epee), dan sabel, baik individu maupun beregu, putra dan putri.
Baca Juga: Road to LA 2028 Dimulai di Ningbo 2026, 120 Kuota Olimpiade Siap Diperebutkan
Negara-negara kuat seperti China, Jepang, dan Korea Selatan dipastikan turun dengan kekuatan terbaiknya.
Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan kuota maksimal 24 atlet. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia, Amir Yanto, menegaskan seluruh wakil Merah Putih akan tampil di semua nomor yang dipertandingkan.
"Ini momentum penting untuk menguji hasil pembinaan sekaligus membangun mental tanding. Kami ingin atlet berani bersaing, apalagi tampil di kandang sendiri," ungkapnya.
Baca Juga: Raih Kemenangan ke-10 Musim Ini, Persita Bersiap Tantang Persib Bandung
Persiapan tim dilakukan melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang diawali seleksi ketat di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara. Sejumlah atlet yang menimba ilmu di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, juga dipanggil memperkuat tim.
Program latihan menitikberatkan pada peningkatan fisik, konsistensi teknik, serta pematangan strategi menghadapi gaya bermain khas Asia Timur yang dikenal cepat dan agresif.
Di sektor putri, salah satu atlet yang siap turun adalah Jesyca Emilia di nomor epee. Bertanding di tengah bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri, namun ia memastikan kondisi tetap terjaga melalui pengaturan nutrisi dan disiplin latihan.
Baca Juga: Rekor Messi dan Angka-angka Ajaib Terpatri di MLS
Sparring dengan atlet dari Taiwan, India, hingga Uni Emirat Arab menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum kompetisi.
Kejuaraan ini memiliki nilai strategis karena masuk kalender resmi federasi internasional.
Para juara berpeluang mengamankan tiket ke Youth Olympic 2026 di Dakar, Senegal. Karena itu, PB Ikasi menargetkan hasil optimal sekaligus menjadikan event ini sebagai pijakan memperkuat fondasi anggar nasional.