Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran organisasi.
“Prestasi yang diraih menjadi bukti nyata kerja kolektif yang solid. Rakernas ini penting untuk evaluasi dan memastikan program ke depan berjalan lebih baik demi kemajuan atlet dan organisasi, yang penting semua harus berjalan sesuai dengan ADRT organisasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan keyakinannya terhadap kapasitas LaNyalla dalam memimpin organisasi di tengah dinamika yang ada. Ia juga mendorong peningkatan jumlah pertandingan sebagai bagian dari penguatan ekosistem muaythai.
Baca Juga: Ivan Toney Tuduh Skandal Liga Saudi Demi Ronaldo
“Saya percaya kepemimpinan Bang LaNyalla mampu menjaga soliditas organisasi. Yang terpenting, kita fokus meraih kemenangan untuk Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.
Rakernas ini sekaligus menjadi forum strategis untuk menyusun program kerja 2026–2027, memperkuat pembinaan atlet, serta mendorong muaythai sebagai olahraga berprestasi dan bernilai ekonomi.
Seluruh peserta Rakernas menyampaikan komitmen bersama untuk mendukung kepemimpinan LaNyalla Mattalitti dan memajukan muaythai Indonesia.
Baca Juga: PSIM Yogyakarta Siap Hadapi PSM Makassar Meski Kehilangan Dua Pemain
Sementara itu, Ketua Umum PB MI, LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan komitmen organisasi dalam meningkatkan prestasi dan pembinaan atlet, sekaligus membuka secara transparan dinamika internal yang tengah terjadi di tubuh organisasi.
Dalam keterangannya, LaNyalla mengungkapkan bahwa PB MI tetap menunjukkan capaian positif di tingkat internasional.
Pada ajang SEA Games Thailand, tim muaythai Indonesia berhasil meraih satu medali perak dan empat medali perunggu dari enam nomor yang diikuti.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan tetap berjalan. Bahkan seharusnya kita bisa meraih emas, namun ada faktor non-teknis yang tidak bisa kita kendalikan,” ujar LaNyalla.
Baca Juga: Teknisi Brilian Red Bull Tinggalkan Max Verstappen dan Bergabung ke McLaren
Di sisi lain, LaNyalla juga secara terbuka menyinggung adanya dinamika internal organisasi, termasuk munculnya surat mosi tidak percaya dari sejumlah pengurus provinsi. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan telah dibantah dengan bukti program kerja yang telah dijalankan PB MI selama ini.
“Kami sudah menunjukkan seluruh bukti bahwa organisasi tetap berjalan dan program pembinaan dilaksanakan. Tuduhan tersebut tidak terbukti dan justru merugikan organisasi,” tegasnya.