SportlinkNews - Keberhasilan cabang olahraga judo menyumbang empat medali emas pada SEA Games 2025 menjadi pijakan untuk membangun target yang lebih tinggi.
Agar prestasi tersebut terus berlanjut, pemerintah mendorong sistem pembinaan yang berkesinambungan melalui program jangka panjang, bukan lagi persiapan instan menjelang pertandingan.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) 2026, Senin, 29 Juni 2026.
Baca Juga: Princess Cup Jadi Modal Timnas Voli Putri U-18 Hadapi AVC 2026
Rakernas berlangsung di Aula Prakasa Mako Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat.
Menurut Erick, pencapaian Indonesia pada SEA Games Thailand 2025 membuktikan bahwa pembinaan yang tepat mampu menghasilkan prestasi.
Saat itu Indonesia melampaui target dengan finis di posisi kedua klasemen akhir, sementara judo menjadi salah satu penyumbang medali emas terbanyak.
Baca Juga: Indonesia Belum Mampu Perbaiki Catatan Beregu di Badminton Asia Junior Championship 2026, Kini Bidik Medali Nomor Individu
"Kemarin di SEA Games kita targetnya peringkat tiga. Alhamdulillah setelah 32 tahun, ketika kita tidak menjadi tuan rumah, kita bisa peringkat dua. Dan judo menyumbangkan empat medali emas, dua medali perak, serta satu medali perunggu," ucapnya.
Namun, ia mengingatkan tantangan di SEA Games Malaysia 2027 dipastikan lebih berat.
Malaysia akan berupaya memanfaatkan status tuan rumah untuk menjadi juara umum, sedangkan persaingan memperebutkan posisi dua diperkirakan berlangsung ketat dengan Thailand, Vietnam, Filipina, dan Indonesia.
Baca Juga: Tanda-tanda Tim Juara Piala Dunia, Teratas di Grup Bukan Jaminan
Karena itu, Erick meminta pembinaan atlet tidak lagi dilakukan dalam siklus pendek. Ia menilai atlet berprestasi lahir melalui proses yang panjang sehingga program pelatnas harus berjalan secara berkesinambungan.
"Semoga judo juga bisa memberikan medali yang lebih banyak lagi, dan kami dari Kemenpora terus mendorong bahwa pelatnas itu tidak bisa hanya jangka pendek, harus jangka panjang," katanya.
Erick mengapresiasi langkah PJSI yang telah menyusun strategi pembinaan mulai dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang dalam Rakernas tahun ini.
Baca Juga: Lanjutkan Pengabdian, Eksel Runtukahu Bertekad Bawa Persija Juara
Menurutnya, perencanaan seperti itu sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam membangun prestasi olahraga nasional.
Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dukungan terhadap penerapan skema pendanaan multiyears bagi pemusatan latihan nasional.
Kebijakan tersebut dinilai penting karena pembinaan atlet elite membutuhkan waktu lima hingga enam tahun sebelum mampu bersaing di level internasional.
Baca Juga: Susy Susanti Kembali ke Rumah, Pimpin Era Baru PB Jaya Raya
"Bapak Presiden sangat mengharapkan skema ini terjadi, karena itu visi beliau untuk kemajuan olahraga Indonesia. Tidak mungkin menghasilkan juara dengan sistem kepelatihan yang sangat singkat," ucap Erick.
Menpora berharap Rakernas PJSI tidak berhenti sebagai agenda organisasi semata, melainkan menjadi forum untuk menyatukan arah pembinaan nasional dengan target yang terukur.
Dengan fondasi yang kuat, judo Indonesia diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kontribusinya pada ajang multievent internasional.
Baca Juga: Langkah Awal Rekonstruksi Skuad, Persib Bandung Resmi Rekrut Gabriel Mutombo
Rakernas PJSI 2026 diikuti 19 Pengurus Provinsi bersama jajaran Pengurus Besar PJSI. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Ketua Umum PB PJSI Irjen Pol (Purn) MB Hutagalung yang mewakili Ketua Umum PB PJSI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.