SportlinkNews - Tepat pada perayaan ulang tahun ke-50, PB Jaya Raya memasuki babak baru.
Klub bulutangkis yang selama puluhan tahun menjadi lumbung atlet nasional itu resmi melakukan regenerasi kepemimpinan dengan menunjuk legenda bulutangkis Indonesia, Susy Susanti, sebagai Ketua Umum menggantikan Rudy Hartono.
Serah terima jabatan dilakukan dalam acara peringatan HUT ke-50 PB Jaya Raya di Gedung Jaya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2026.
Baca Juga: Tuntut Reformasi Keselamatan di Assen, Marc Marquez Desak Evaluasi Total Area Gravel
Bersamaan dengan itu, posisi Ketua Harian yang sebelumnya dijabat Imelda Wiguno juga diserahkan kepada mantan pebulutangkis nasional Rosiana Tendean.
Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya, Budi Karya Sumadi, mengatakan pergantian kepengurusan merupakan bagian dari regenerasi yang selaras dengan tema HUT ke-50, yakni Tiada Henti Membangun Generasi Emas.
"PB Jaya Raya tahun ini tengah memasuki babak baru, yaitu dengan hadirnya kepemimpinan baru sekaligus memperkenalkan wajah-wajah muda yang diharapkan mampu menjadi penerus prestasi besar Jaya Raya di masa depan," kata Budi Karya.
Baca Juga: Langkah Awal Rekonstruksi Skuad, Persib Bandung Resmi Rekrut Gabriel Mutombo
Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya, Trisna Muliadi, berharap estafet kepemimpinan tersebut mampu mengembalikan dominasi bulutangkis Indonesia di level dunia.
"Proses transisi ini merupakan estafet kepengurusan yang kami lakukan di Jaya Raya. Kami berharap regenerasi ini, didukung kedisiplinan, dapat mengangkat kembali bulutangkis Jaya Raya dan Indonesia ke level world class," imbuhnya.
Trisna juga menyampaikan apresiasi kepada Rudy Hartono dan Imelda Wiguno atas dedikasi mereka selama puluhan tahun membina atlet.
Baca Juga: Sukses Bawa Indonesia Juara AVC Men's Cup, PBVSI Pertahankan Reidel Toiran hingga Asian Games 2026
Di sisi lain, ia optimistis kehadiran Susy Susanti dan Rosiana Tendean akan membawa semangat baru dalam mengejar prestasi, termasuk meraih medali emas Olimpiade berikutnya.
Bagi Susy, amanah memimpin klub yang membesarkan namanya merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya yang diberi amanah menjadi Ketua Umum PB Jaya Raya menggantikan Ko Rudy Hartono. Tentu ini menuntut tanggung jawab yang sangat besar," ujarnya.
Baca Juga: Harry Kane Pemain Terbaik Sepanjang Masa Milik Timnas Inggris
Peraih medali emas Olimpiade Barcelona itu mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Jaya Raya.
Setelah mengawali karier sebagai atlet hingga menjadi pembina, ia ingin mengembalikan pengalaman yang dimiliki untuk melahirkan generasi juara berikutnya.
"Bagi saya, bulutangkis adalah segalanya. Saya lahir dari Jaya Raya. Saya merasa seperti kembali ke rumah sendiri," ucapnya.
Baca Juga: Gagal di Piala Dunia 2026, Presiden Korea Selatan Perintahkan Investigasi
"Harapan saya, pengalaman dan prestasi yang pernah saya raih dapat saya tularkan kepada anak-anak agar mereka mampu berprestasi, tidak hanya untuk klub dan Indonesia, tetapi juga di tingkat dunia."
Sementara itu, Rudy Hartono menilai pergantian kepemimpinan merupakan proses yang wajar setelah dirinya memimpin PB Jaya Raya sejak klub berdiri pada 1976.
"Dahulu saya dan Retno Kustiyah membangun Jaya Raya dari nol. Kini Jaya Raya telah mengukir berbagai prestasi besar," tutur peraih delapan gelar All England tersebut.
Baca Juga: Lanjutkan Pengabdian, Eksel Runtukahu Bertekad Bawa Persija Juara
"Transisi kepemimpinan ini sangat baik karena kami digantikan darah muda yang diharapkan mampu membawa prestasi lebih hebat lagi," tambahnya.
Regenerasi kepemimpinan dilakukan di tengah komitmen Jaya Raya untuk terus menjadi salah satu pusat pembinaan bulutangkis nasional.
Artikel Terkait
Peran Baru Hendra Setiawan sebagai Pembina, Wakil Ketua Harian PB Jaya Raya
FISIP UI Open 2025: PB Jaya Raya Jakarta Sabet Gelar Juara Terbanyak
Tim Bulutangkis Indonesia Siap Jalani Laga Perdana Kejuaraan Asia Beregu 2026
Fokus All England 2026, Tim Bulutangkis Indonesia Optimalkan Aklimatisasi di Inggris
Indonesia Open 2026 Jadi Panggung Renegerasi Bulutangkis Indonesia