SportlinkNews - Tidak semua cabang olahraga Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan skema pendanaan yang sama.
Dari total 35 cabang olahraga yang masuk dalam kontingen Merah Putih, tiga di antaranya akan berangkat melalui pembiayaan mandiri.
Cabang olahraga tinju, anggar, dan tenis meja dipastikan mengikuti pesta olahraga terbesar Asia tersebut dengan dukungan dana dari federasi masing-masing serta mitra, bukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Siap Lebarkan Sayap ke UFC, Usman Nurmagomedov Kantongi Rekor Sempurna
Meski menggunakan sumber pembiayaan berbeda, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menegaskan ketiga cabang tersebut tetap menjadi bagian utuh dari Tim Indonesia.
"Tidak ada perbedaan antara cabang olahraga yang didukung melalui APBN maupun yang berangkat secara mandiri," tegas Okto dalam keterangan tertulis, Sabtu, 1 Agustus 2026.
"Ketika mereka resmi menjadi bagian dari Tim Indonesia, maka tanggung jawabnya sama, yaitu memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih medali untuk Indonesia. Skema pendanaan boleh berbeda, tetapi target prestasi tetap sama," tambahnya.
Baca Juga: ASEAN Championship 2026: Bangkit dari Ketertinggalan, Filipina Libas Laos 4-1
Okto menjelaskan, skema pendanaan mandiri bukan berarti ketiga cabang olahraga tersebut berjalan sendiri.
KOI tetap memberikan layanan, koordinasi, hingga dukungan kontingen yang sama seperti cabang olahraga lain yang dibiayai pemerintah.
Menurutnya, langkah federasi mencari sumber pendanaan alternatif justru mencerminkan semangat kolaborasi demi memastikan atlet tetap mendapat kesempatan tampil di level Asia.
Baca Juga: Nazriel Alfaro Jadikan Piala Presiden 2026 Ajang Pembuktian di Persib
Ia juga memastikan seluruh atlet, termasuk yang berangkat secara mandiri, telah melalui proses evaluasi yang identik. Penilaian dilakukan berdasarkan kesiapan atlet, peluang meraih prestasi, hingga kebutuhan operasional selama berada di Jepang.
"NOC Indonesia memastikan seluruh atlet yang tergabung dalam Tim Indonesia memperoleh pelayanan, koordinasi, dan dukungan kontingen yang sama selama mengikuti Asian Games," ungkapnya.
"Yang kami nilai bukan dari sumber pembiayaannya, melainkan kesiapan mereka untuk bersaing dan mengharumkan nama bangsa."
Baca Juga: Riyandi Perkuat Persaingan di Bawah Mistar Dewa United
Asian Games Aichi-Nagoya akan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Indonesia mengirimkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga, didampingi 148 pelatih dan ofisial, serta 32 personel tim Chef de Mission (CdM).
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir turut mengapresiasi langkah federasi serta pihak swasta yang ikut menopang keberangkatan tiga cabang olahraga tersebut.
"Ini adalah bukti semangat kolaborasi, yang menunjukkan bahwa membangun prestasi olahraga adalah tanggung jawab bersama," ujar Erick.
Baca Juga: Real Madrid Agresif Belanja Pemain Baru Tak Bikin Barcelona Gentar
Ia menegaskan seluruh atlet membawa tanggung jawab yang sama ketika mengenakan lambang Garuda di dada, tanpa memandang sumber pembiayaan keberangkatan mereka.
"Saya berharap seluruh kontingen dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Merah Putih," katanya.
Segera cair
Sementara itu, Menpora mengungkapkan tambahan anggaran untuk program pelatnas diproyeksikan mulai dicairkan dalam satu hingga dua pekan ke depan setelah mendapat sinyal positif dari Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Bantai PSMS, Persija Amankan Kemenangan Perdana di Piala Presiden 2026
Pencairan anggaran tersebut dinilai menjadi faktor penting agar program pembinaan atlet menuju berbagai ajang internasional dapat kembali berjalan optimal.
Dukungan pendanaan itu juga akan menopang persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2026 sekaligus pembinaan jangka panjang menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028.
"Menteri Keuangan melalui jajaran di Direktorat Jenderal menyampaikan, dalam satu atau dua minggu ke depan akan mencairkan tambahan anggaran. Mudah-mudahan ada kabar baik," ucap Erick.
Baca Juga: Luciano Spalletti Akui Juventus Melakukan Perekrutan Pemain yang Buruk
Menurutnya, kepastian pendanaan menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional. Selama ini sejumlah program tetap berjalan, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia.
Erick menjelaskan pemerintah tetap memprioritaskan atlet yang diproyeksikan tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 agar tidak kehilangan momentum persiapan meski anggaran belum sepenuhnya tersedia.
"Atlet prioritas langsung dibiayai, sementara yang lain harus menunggu pencairan anggaran," katanya.
Baca Juga: Siap Lebarkan Sayap ke UFC, Usman Nurmagomedov Kantongi Rekor Sempurna
Apabila tambahan anggaran telah terealisasi, cakupan pelatnas akan diperluas.
Tidak hanya atlet elite yang dipersiapkan menuju Asian Games, tetapi juga atlet-atlet muda yang diproyeksikan menjadi tulang punggung Indonesia pada SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Erick mengungkapkan, anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 2026 mengalami penurunan signifikan.
Artikel Terkait
Indonesia Open Jadi Ujian Tiga Taekwondoin Menuju Asian Games 2026
Panjat Tebing Indonesia Kejar Dua Emas di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
CdM Todotua Yakin Sepak Takraw Bisa Sumbang Medali Asian Games 2026
Jelang Asian Games 2026, Amellya Nur Sifa Dapat Suntikan Motivasi dari CdM
Tanpa Sepak Bola, Daftar 35 Kontingen Indonesia di Asian Games 2026