Sportlinknews - Komite Olahraga Nasional ( KONI) Pusat menggelar rapat pleno pertama tahun 2025. Rapat pengurus dipimpin langsung oleh Ketua Umum Marciano Norman di gedung KONI Pusat, Jakarta, Selasa (7/1).
"Memasuki tahun 2025 ini, kita belajar dari pengalaman kita pada tahun 2024, ini merupakan tahun kedua periode kedua saya,” kata Marciano Norman.
Menurut Marciano pada 2025 KONI Pusat akan menghadapi rentetan kegiatan. Pertama, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada medio April. Kemudian rencana pindah kantor yang pembangunannya sudah mencapai 90 persen.
Baca Juga: Ketua KONI Pusat Berharap Indonesia dan Korea Ciptakan Program Kolaborasi Keolahragaan
Kemudian ada juga kompetisi kolaborasi KONI Pusat dengan swasta tahun 2025 yakni dengan Bayan Resources (Taekwondo, Silat, Sepak Bola) dan Chandra Asri (Muaythai & Wushu).
Marciano mengutarakan bahwa, KONI harus menunjukkan menjadi bagian penting dari pemersatu bangsa. Karena hanya melalui olahraga kita bisa satukan bangsa dan hanya dengan olahraga ini orientasi kita untuk Merah Putih.
Lebih lanjut Marciano menekankan peningkatan anggota Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus KONI Pusat. Diharapakan sebagai induk organisasi olahraga, KONI menjadi tempat bertanya anggotanya dan pengambil kebijakan olahraga nasional.
Baca Juga: Hasil Rakernas KONI 2024: Mendesak Bentuk Pokja Untuk Mengkaji Permenpora Nomor 14 Tahun 2024
"Ini tak bisa ditawar lagi. KONI harus meningkatkan kualitas SDM pengurus agar semua memahami apa yang harus dilakukan sebagai induk organisasi olahraga dan pengambil kebijakan. Pun kualitas komunikasi kita dengan publik pecinta olahraga," imbuhnya.
Menyangkut pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dikatakan memprioritaskan mempertandingkan cabang olahraga Olimpik.
"Kita memutuskan PON XXII/2028 NTB-NTT cabang olahraganya dikurangi, kita memprioritaskan cabang olahraga Olimpiade yang Indonesia punya peluang," jelasnya.
Baca Juga: PUMA Luncurkan Jersey Pertama untuk Timnas Portugal, Era Baru Dimulai
Sedangkan untuk cabang olahraga lainnya kata Marciano diwadahi di dalam multievent yaitu Pekan Bela Diri Nasional, Pekan Olahraga Pantai Nasional, Pekan Olahraga Indoor Nasional dan PON Remaja.
Menyinggung soal Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) No. 14 Tahun 2024, diakui ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan semangat olahraga.
Ia mencontohkan seperti pengurus organisasi olahraga prestasi yang biasanya dilantik oleh KONI Pusat, kini akan diambil alih Menpora. Pun calon ketua cabor yang mengajukan diri harus mendapat restu dari Menpora.