2. Indeks Glikemik yang Tinggi
Banyak makanan bertepung memiliki indeks glikemik tinggi.
Baca Juga: Pesepak Bola Legendaris Liverpool Ian Rush Terima Lifetime Contribution Award
Artinya, makanan ini cepat diubah menjadi gula darah.
Lonjakan gula darah ini bisa diikuti oleh penurunan yang drastis, menyebabkan rasa lapar lebih cepat muncul dan meningkatkan keinginan untuk ngemil.
3. Kurangnya Serat
Baca Juga: Selain Sepak Bola, Anfield Jadi Destinasi Musisi Dunia Menggelar Konser
Makanan bertepung olahan, seperti roti putih dan pasta, biasanya rendah serat.
Serat penting untuk memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol porsi makan.
4. Menghambat Pembakaran Lemak
Baca Juga: Kualitas Pelaksanaan PON Jadi Pembahasan Serius Rakernas KONI
Saat tubuh mendapatkan karbohidrat dalam jumlah besar, proses pembakaran lemak untuk energi menjadi tertunda.
Ini membuat tubuh lebih sulit mengurangi lemak tubuh selama diet.
Bagaimana Mengatasinya?
Baca Juga: Kadek Arel Siap Berikan yang Terbaik untuk Timnas Indonesia di ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024
Meski makanan bertepung sering dihindari, bukan berarti Anda harus sepenuhnya mengeliminasi karbohidrat dari pola makan.
Pilihlah sumber karbohidrat yang lebih sehat seperti:
- Nasi merah atau nasi hitam
- Ubi jalar
- Gandum utuh atau oat
- Buah dan sayuran segar
Baca Juga: Pendapatan Real Madrid Naik 27 Persen Dibanding Tahun Lalu, Tonggak Baru dalam Sejarah Klub
Selain itu, perhatikan porsi makan dan imbangi dengan aktivitas fisik rutin.
Artikel Terkait
Pep Guardiola Dihadapkan Tantangan Besar Jelang Duel Manchester City Vs Liverpool
Nyaris Kalah, Zhejiang FC Lumat Lion City Sailors di Menit Terakhir
Joel Cornelli Mumet Pemainnya Banyak yang Absen Jelang Laga Melawan Persita
PS Barito Putera Jadi Ujian Pertama Pelatih Persis Solo Ong Kim Swee
Akeem Scott Kembali ke Borneo Hornbills dengan Peran Baru untuk Musim 2025