Baca Juga: Gabrielle Figueiredo Bawa Kabar Terbaru Cedera Gabriel, Terancam Absen Arsenal Vs Real Madrid
Dehidrasi juga bisa mengurangi elastisitas kulit, yang dapat diuji dengan metode skin turgor test, yaitu mencubit kulit di bagian punggung tangan.
Jika kulit tidak segera kembali ke posisi semula, itu bisa menjadi indikasi tubuh kekurangan cairan.
Kurangnya asupan cairan juga dapat menyebabkan kelelahan.
Baca Juga: Vanessa Bryant Bocorkan Air Force 1 Kobe Bryant yang Merujuk Pada Jersey Lakers Klasik
Dr. Nadira menjelaskan bahwa tubuh memerlukan air untuk menjalankan fungsi normalnya.
Ketika dehidrasi terjadi, tubuh harus bekerja lebih keras, sehingga menyebabkan kelelahan dan berkurangnya energi.
Jika merasa lelah tanpa alasan yang jelas, bisa jadi penyebabnya adalah kurangnya konsumsi air.
Baca Juga: Mural Legenda MU Paul Scholes Didukung Rivalitas Tetangga Berisik Manchester City
Pada tingkat dehidrasi yang lebih parah, seseorang dapat mengalami detak jantung yang lebih cepat dan pernapasan yang lebih berat.
Ini merupakan reaksi tubuh dalam mengompensasi berkurangnya volume darah. Dehidrasi ekstrem bahkan bisa menyebabkan kebingungan dan iritasi, akibat kurangnya suplai air ke otak.
Dalam situasi yang lebih serius, tekanan darah dapat turun drastis hingga menyebabkan pingsan.
Baca Juga: Wanita 1000 Poin Rivalitas Megawati Perpanjang Kontrak dengan GS Caltex
Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Setiap Hari?
Kebutuhan cairan harian seseorang bergantung pada berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, iklim, dan kondisi kesehatan.
Dr. Nadira menyarankan bahwa pria dewasa sebaiknya mengonsumsi sekitar 3 liter air per hari (13 cangkir), sementara wanita dewasa disarankan minum 2,2 liter air (9 cangkir).