nutrisi

Apakah Gula Buruk bagi Atlet?

Minggu, 10 Maret 2024 | 21:37 WIB
Berbagai produk nutrisi olahraga dipasarkan berdasarkan kandungan gulanya yang tinggi untuk memacu performa. (mysportscience)

SportlinkNews - Gula acap menakutkan bagi kesehatan. Gula dinyatakan menyebabkan obesitas, serta kanker, penyakit kardiovaskular, atau kematian dini.

Sebaliknya, gula diberi label baik' untuk atlet saat berolahraga. Berbagai produk nutrisi olahraga dipasarkan berdasarkan kandungan gulanya yang tinggi untuk memacu performa.

Seberapa penting gula dalam metabolisme? Sekarang kita akan beralih ke pertanyaan utama: “Apakah gula buruk bagi atlet?”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa pola makan tinggi gula bebas dapat berbahaya bagi kesehatan karena dikaitkan dengan kerusakan gigi dan dapat menyebabkan konsumsi energi (kalori) berlebih, yang lama kelamaan dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas.

Orang dewasa dan anak-anak sebaiknya mengurangi asupan gula hingga kurang dari 10 persen dari total asupan energi harian. Rata-rata, jumlah ini setara dengan 12 sendok teh (50 gram) gula per hari untuk orang dewasa. Ini mengacu pada semua gula tambahan, termasuk gula alami dalam madu, jus buah, sirup, dan konsentrat jus buah.

Baca Juga: Ambang Batas Sprint Pemain Sepak Bola, Begini Analisisnya

Mengurangi asupan hingga kurang dari 5 persen dari total asupan energi (6 sendok teh atau 25 gram) akan memberikan lebih banyak manfaat kesehatan. Jika total gula melebihi 15 gram gula per 100 gram makanan, periksa daftar bahan untuk melihat apakah ada gula tambahan yang termasuk dalam daftar teratas.

Pedoman Diet untuk Orang Amerika 2020-2025 juga menyarankan agar semua orang Amerika berusia 2 tahun ke atas membatasi tambahan gula dalam makanan hingga kurang dari 10 persen dari total kalori.

Untuk diet 2.000 kalori/hari, itu berarti 200 kalori dari gula setiap hari (sekali lagi, sekitar 50 gram atau 12 sendok teh gula). Balita dan bayi di bawah usia 2 tahun tidak boleh diberikan makanan padat atau minuman yang mengandung tambahan gula. Misalnya, mereka tetap mendapatkan gula dari susu.

 

Dampak negatif gula bagi kesehatan
Ada banyak bukti bahwa asupan gula berlebihan berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Misalnya, Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) memberikan bukti dari studi kohort prospektif (sekelompok orang yang diikuti dari waktu ke waktu) di AS mengenai pengaruh tambahan gula terhadap risiko penyakit kardiovaskular (1).

Dalam penelitian ini, asupan gula lebih dari 11.000 orang dewasa diperkirakan dan angka kematian akibat penyakit CVD ditentukan. Dibandingkan dengan individu yang mengonsumsi 8 persen asupan energinya dari gula, mereka yang mengonsumsi sekitar 20 persen memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 38 persen lebih tinggi.

Ada juga penelitian epidemiologi yang menunjukkan hubungan antara asupan gula dan semua penyebab kematian. Contohnya adalah studi kohort prospektif baru-baru ini yang dilakukan Andersen dan rekannya (2) yang mempelajari sekelompok 198.285 pria dan wanita berusia 40–69 tahun, di mana 3.166 (1,6 persen) meninggal dalam jangka waktu 7 tahun masa tindak lanjut.

Baca Juga: Sports Science, Keuntungan Marjinal dan Akal Sehat

Halaman:

Tags

Terkini

Berjalan Kaki Bisa Menyebabkan Gula Darah Naik?

Sabtu, 8 Februari 2025 | 13:09 WIB