SportlinkNews - Dalam usaha menurunkan berat badan, memilih makanan yang tepat menjadi kunci keberhasilan.
Salah satu jenis makanan yang kerap dihindari adalah makanan bertepung.
Namun, mengapa makanan bertepung dianggap buruk untuk diet? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Perayaan HUT ke-96 Persija: Spirit Perjuangan yang Terus Menyala
Apa Itu Makanan Bertepung?
Makanan bertepung mengandung karbohidrat tinggi dan berasal dari bahan seperti gandum, jagung, kentang, dan beras.
Contohnya adalah roti putih, pasta, keripik kentang, dan kue-kue manis.
Baca Juga: Carlos Pena: Persija Fokus Bangkit dan Kejar Peringkat Atas
Makanan ini sering kali melalui proses pengolahan sehingga kandungan seratnya berkurang.
Karbohidrat dalam makanan bertepung memang menjadi sumber energi utama bagi tubuh.
Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa diimbangi aktivitas fisik, makanan ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk penambahan berat badan.
Baca Juga: Grandstand Project, Startup Tradisional yang Membawa Fashion ke Dunia Balap
Mengapa Makanan Bertepung Tidak Baik untuk Diet?
1. Kandungan Kalori yang Tinggi
Makanan bertepung umumnya tinggi kalori, terutama jika telah diproses atau ditambahkan gula dan lemak.
Baca Juga: Rizky Ridho: Persija Harus Lebih Ambisius dan Fokus pada Performa
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kalori surplus, sehingga berat badan cenderung meningkat.