nutrisi

Kapan dan Apa yang Harus Dimakan untuk Membuat Perbedaan dalam Latihan

Senin, 10 Februari 2025 | 12:07 WIB
Ilustrasi lari pagi

SportlinkNews - Mengetahui kapan dan apa yang harus dimakan dapat membuat perbedaan dalam latihan. Maka pahami lah hubungan antara makan dan olahraga.

Makan dan olahraga harus berjalan bersamaan. Tapi, kapan dan apa yang dimakan dapat memengaruhi perasaan saat berolahraga.

Karena itu penting untuk memikirkan apa yang dimakan saat berolahraga, baik saat berolahraga santai maupun berlatih untuk kompetisi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Baca Juga: Lewis Hamilton Bisa Bernilai Tiga Digit bagi Ferrari

Pertama, makanlah sarapan yang sehat. Bila terbiasa berolahraga di pagi hari, maka jangan lewatkan sarapan.

Bangunlah lebih pagi untuk melakukan sarapan setidaknya satu jam sebelum berolahraga. Sarapan ini bagian dari mengisi bahan bakar untuk berolahraga.

Penelitian menunjukkan bahwa makan atau minum karbohidrat sebelum berolahraga dapat membantu Kita berolahraga dengan lebih baik. Karbohidrat memungkinkan berolahraga lebih lama atau dengan intensitas yang lebih tinggi.

Karena tidak makan, besar kemungkinan Kita akan merasa bergerak lambat atau pusing saat berolahraga.

Baca Juga: Kalahkan Irak, Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia Selangkah Lagi ke Final Asian Championship 2025

Bila berolahraga dilakukan dalam waktu satu jam setelah sarapan, makanlah makanan ringan atau minum minuman olahraga. Fokuslah pada karbohidrat untuk mendapatkan energi terbanyak.

Pilihan sarapan juga menjadi penentu. Pilihlah makanan yang memiliki banyak serat, lalu rendah lemak, seperti roti dari gandum utuh, susu rendah lemak, jus, pisang, atau yogurt.

Bila memiliki kebiasaan meminum kopi di pagi hari, itu juga tidak masalah. Asalkan diminumnya sebelum berolahraga.

Untuk diketahui, setiap kali mencoba makanan atau minuman untuk pertama kalinya sebelum berolahraga, ada risiko Kita akan mengalami sakit perut.

Baca Juga: Alex Lowes dan Axel Bassani Merasa Nyaman dengan Performa Bimota yang Ditunggangi

Kedua, perhatikan ukuran porsi saat makan. Berhati-hatilah untuk tidak berlebihan dalam hal jumlah makanan yang dimakan sebelum berolahraga.

Pedoman umum menyarankan, untuk melakukan makan besar setidaknya 3 hingga 4 jam sebelum olahraga.

Kemudian, makanan kecil atau cemilan boleh dimakan 1 hingga 3 jam sebelum olahraga.

Makan terlalu banyak sebelum berolahraga dapat membuat tubuh merasa lamban. Tapi, makan terlalu sedikit mungkin tidak akan memberikan energi yang dibutuhkan untuk tetap merasa kuat selama berolahraga.

Baca Juga: Manchester United Lolos ke 16 Besar Piala FA, tetapi Masih Tampil Membosankan

Ketiga, makanlah camilan dengan baik. Ada yang terbiasa makan makanan kecil sebelum dan selama berolahraga, itu boleh saja dilakukan.

Sebab, kuncinya adalah bagaimana perasaan diri sendiri. Lakukan apa yang terbaik untuk badan sendiri.

Camilan yang dimakan segera sebelum berolahraga mungkin tidak akan memberi energi tambahan jika olahraga berlangsung kurang dari 60 menit. Tapi makanan ringan tersebut dapat mencegah bila merasa lapar selama berolahraga.

Namun, bila olahraga dilakukan lebih dari 60 menit, maka akan sangat membantu jika mengonsumsi makanan atau minuman yang kaya karbohidrat selama berolahraga.

Misalnya seperti bar energi, buah-buahan segar, smoothie buah, biskuit gandum, roti lapis selai kacang, atau minuman olahraga.

Baca Juga: Kecewa Dikalahkan Dewa United, Skuad Persija Bakal Bekerja Lebih Keras Lagi Melawan Persib

Camilan sehat sangat penting bila berencana berolahraga berjam-jam setelah makan.

Ilustrasi anak-anak putri bermain bola

Empat, makan setelah berolahraga. Makanlah makanan yang mengandung karbohidrat dan protein dalam waktu dua jam setelah berolahraga jika memungkinkan.

Sebab, makan setelah berolahraga dapat membantu otot pulih dan mengganti simpanan glikogen. Pikirkan untuk mengonsumsi camilan jika waktu makan lebih dari dua jam.

Pilihan makanan pasca-latihan yang baik, mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, berserat, dan memiliki zat besi.

Baca Juga: Napoli 1-1 Udinese: McTominay Tidak Cukup Untuk Memimpin Klasemen

Misalnya seperti roti lapis isi daging kalkun/ayam dengan sayuran, susu coklat rendah lemak, buah-buahan segar, dan roti lapis selai kacang.

Lima, jangan lupa untuk minum cairan. Kita harus memiliki cukup cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk membantu mencegah dehidrasi.

Agar tetap terhidrasi dengan baik saat berolahraga, American College of Sports Medicine menyarankan agar minum sekitar 2-3 cangkir air selama 2-3 jam sebelum berolahraga.

Kemudian, minum sekitar 1/2 hingga 1 cangkir air setiap 15 hingga 20 menit selama berolahraga.

Baca Juga: VAR Bikin 1 Kesalahan dalam Insiden Kontroversial Como Vs Juventus, Empoli-Milan, dan Torino Vs Genoa

Kemudian, minumlah sekitar 2-3 cangkir air setelah berolahraga untuk setiap 0,5 kilogram berat badan yang hilang selama berolahraga. Air umumnya merupakan cara terbaik untuk mengganti cairan yang hilang.

Namun, bila Kita berolahraga lebih dari 60 menit, cobalah minuman olahraga. 

Minuman olahraga dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, karena minuman ini dapat memberikan sedikit lebih banyak energi karena mengandung karbohidrat.

Ingatlah bahwa lama dan intensitas aktivitas dapat membantu Kita memutuskan seberapa sering dan apa yang harus dimakan dan minum. 

Baca Juga: Dion Markx dan Tim Geypens Tidak Sabar Ingin Memperkuat Timnas Indonesia

Halaman:

Tags

Terkini

Berjalan Kaki Bisa Menyebabkan Gula Darah Naik?

Sabtu, 8 Februari 2025 | 13:09 WIB