"Sulit untuk mengatakan dengan tepat berapa persen kemajuan yang telah kami buat, tetapi saya yakin kami telah mencapai tahap yang cukup besar."
"Mengenai bagaimana kami menangani pembakaran berkecepatan tinggi, faktor-faktor terkait bahan bakar juga ikut berperan. Lingkungan berubah drastis, dan segala sesuatunya tidak akan berjalan seperti sebelumnya."
"Namun, untuk mesin bensin, tujuan abadi adalah membakar bahan bakar secepat mungkin. Saat ini kami sedang membangun lingkungan untuk mencapai sesuatu yang serupa," katanya.
Baca Juga: DPR Restui Naturalisasi 3 Calon Pemain Timnas Indonesia, Selangkah Lagi Jadi WNI
Kakuda menambahkan, "Ada beberapa titik waktu penting saat kedua belah pihak harus menyelesaikan komponen utama untuk homologasi."
"Kami berkoordinasi dengan mereka, mendiskusikan kapan kami masing-masing ingin membuat keputusan akhir, dan mengatur jadwal yang sesuai," lanjutnya.
HRC juga telah membangun kembali pangkalan Inggris di Milton Keynes dan mengambil alih kendali kantor pusat yang sebelumnya digunakan Honda saat bermitra dengan Red Bull.
Baca Juga: Pertandingan Persija vs PSIS Semarang Pindah ke Stadion Indomilk Arena Tangerang
Merek minuman energi tersebut mengambil alih tempat tersebut saat menyerahkan kendali unit daya Honda, tetapi sejak itu telah mengembangkan fasilitasnya sendiri.
Pengembangan sistem penggerak Honda telah berlangsung di pangkalan Sakura HRC bersama dengan HRC AS, yang direorganisasi dari Honda Performance Developments (HPD) pada akhir tahun 2023.
HRC Inggris yang baru dibentuk terutama akan menangani tugas pemeliharaan dan operasional unit daya. Koji Watanabe, Presiden dan CEO HRC, juga akan menjabat sebagai Presiden HRC Inggris.
Artikel Terkait
Honda Tetap Pertahankan Pembalap Joan Mir untuk Dua Musim ke Depan
Honda Team Asia Pertahankan Mario Aji di Moto2 2025 Bakal Tandem dengan Yuki Kunii
Honda HRC Castrol Resmi Meluncur di MotoGP 2025, Bawa Warna dan Sponsor Baru
Honda LCR Rilis Livery Johann Zarco dan Somkiat Chantra untuk MotoGP 2025