Sementara itu, Hadi Susanto, perwakilan dari BPS, menjelaskan pentingnya peran data dalam mengukur kontribusi ekonomi sektor olahraga melalui pendekatan Sport Satellite Accounts (SSA) atau akun satelit olahraga.
“SSA adalah sistem statistik komprehensif untuk mengisolasi dan mengukur nilai ekonomi suatu sektor yang tersebar di berbagai sektor ekonomi. SSA tidak hanya mengukur core sport, tetapi juga memisahkannya menjadi dua kategori strategis, yaitu Characteristic Sport dan Connected Sport,” jelas Hadi.
Characteristic Sport mencakup barang dan jasa yang khas serta mensyaratkan partisipasi aktif dalam kegiatan olahraga, seperti jasa klub, pelatihan, dan fasilitas olahraga.
Baca Juga: Juventus Pecat Igor Tudor, Yildiz Pemain Terakhir yang Ucapkan Terima Kasih
Sementara Connected Sport mencakup barang dan jasa yang berkaitan dengan fungsi olahraga namun bersifat penunjang, seperti manufaktur perlengkapan olahraga, konstruksi stadion, dan media liputan.
“SSA adalah investasi strategis untuk masa depan olahraga Indonesia. Data ini akan mengubah cara pandang kita terhadap olahraga, dari sekadar program sosial dan prestasi menjadi sektor yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Hadi.
Melalui kolaborasi ini, perumusan indikator sasaran strategis diharapkan menjadi pondasi kuat bagi pengembangan industri olahraga nasional yang tidak hanya mendorong prestasi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Artikel Terkait
Guardiola: Masih Terlalu Dini Takut dengan Arsenal
Messi dan Ronaldo Bersaing di FIFPRO World XI 2025, Pemain Serie A Hanya 2 yang Masuk Nominasi
Mourinho Kupas Rivalitas Inter, Milan, dan Juventus dengan Galliani dan Buffon
Thailand Naturalisasi Mantan Pemain Chelsea, Madam Pang Tak Mau Kalah dengan Timnas Indonesia
Liverpool Terancam Tangan Kosong di Piala Liga