Tragedi Kematian Maradona dengan Tubuh Buncit Ditemukan di Rumah Horor

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 26 November 2025 | 11:02 WIB
Karier gemilang Diego Maradona dirusak oleh kecanduan narkoba yang melumpuhkan.
Karier gemilang Diego Maradona dirusak oleh kecanduan narkoba yang melumpuhkan.

SportlinkNews - Kematian legenda sepak bola Diego Maradona menggemparkan dunia tepat lima tahun yang lalu.

Klaim-klaim aneh seputar kematiannya – mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga tubuhnya yang buncit ditemukan di "rumah horor" – telah menggambarkan gambaran tragis kejatuhan sang bintang dari kejayaan dan hari-hari terakhirnya yang suram.

Diego Maradona, lahir tahun 1960, adalah pesepakbola Argentina yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.

Baca Juga: Tergila-gila Maradona, Penggemar Barcelona Menyambut Rashford dengan Mural

Ia memimpin Argentina meraih kejayaan Piala Dunia 1986, dengan mencetak gol "Tangan Tuhan" dan "Gol Terbaik Abad Ini" melawan Inggris.

Dribbling, visi, dan bakatnya yang luar biasa menjadikannya ikon global, menginspirasi banyak generasi pesepakbola, termasuk Lionel Messi.

Namun di luar lapangan, Maradona berjuang melawan kecanduan narkoba dan masalah kesehatan, yang seringkali menutupi kecemerlangan sepak bolanya.

Ia dilarang tampil di Piala Dunia 1994 setelah dinyatakan positif efedrin, menandai kejatuhan dramatis dari kejayaannya.

Baca Juga: Napoli 2-0 Qarabag – Di Lorenzo Gembira: Kami Perlu Menyampaikan Pesan

Pada November 2020, sang bintang meninggal dunia karena serangan jantung, pada usia 60 tahun, di sebuah rumah sewaan di Tigre, Argentina, saat ia sedang memulihkan diri dari operasi pembekuan darah di otak.

Setelah kematiannya, para perawat dan staf rumah sakit yang merawatnya dituduh melakukan kelalaian medis, sementara jaksa penuntut mengklaim mereka seharusnya bisa berbuat lebih banyak untuk menyelamatkannya.

Sidang pengadilan yang berlangsung selama lima bulan, yang dimulai pada bulan Maret tahun ini, mengungkap klaim-klaim mengerikan tentang kematian pesepakbola tersebut, termasuk perlakuan seperti binatang oleh tim yang dibayar untuk merawatnya.

Baca Juga: Rating Pemain Barcelona Melawan Chelsea: Ronald Araujo Paling Minor

Namun, persidangan tersebut dibatalkan secara dramatis hanya dalam waktu dua bulan setelah salah satu hakim ketua, Julieta Makintach, dipecat karena tampil dalam film dokumenter tentang kasus tersebut.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: the sun

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pacar Haaland Kejutkan Penggemar

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:43 WIB

Penampakan Pembawa Keberuntungan Timnas Inggris

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:17 WIB

Prancis yang Menang, London Bergejolak

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:19 WIB
X