SportlinkNews - Kematian legenda sepak bola Diego Maradona menggemparkan dunia tepat lima tahun yang lalu.
Klaim-klaim aneh seputar kematiannya – mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga tubuhnya yang buncit ditemukan di "rumah horor" – telah menggambarkan gambaran tragis kejatuhan sang bintang dari kejayaan dan hari-hari terakhirnya yang suram.
Diego Maradona, lahir tahun 1960, adalah pesepakbola Argentina yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.
Baca Juga: Tergila-gila Maradona, Penggemar Barcelona Menyambut Rashford dengan Mural
Ia memimpin Argentina meraih kejayaan Piala Dunia 1986, dengan mencetak gol "Tangan Tuhan" dan "Gol Terbaik Abad Ini" melawan Inggris.
Dribbling, visi, dan bakatnya yang luar biasa menjadikannya ikon global, menginspirasi banyak generasi pesepakbola, termasuk Lionel Messi.
Namun di luar lapangan, Maradona berjuang melawan kecanduan narkoba dan masalah kesehatan, yang seringkali menutupi kecemerlangan sepak bolanya.
Ia dilarang tampil di Piala Dunia 1994 setelah dinyatakan positif efedrin, menandai kejatuhan dramatis dari kejayaannya.
Baca Juga: Napoli 2-0 Qarabag – Di Lorenzo Gembira: Kami Perlu Menyampaikan Pesan
Pada November 2020, sang bintang meninggal dunia karena serangan jantung, pada usia 60 tahun, di sebuah rumah sewaan di Tigre, Argentina, saat ia sedang memulihkan diri dari operasi pembekuan darah di otak.
Setelah kematiannya, para perawat dan staf rumah sakit yang merawatnya dituduh melakukan kelalaian medis, sementara jaksa penuntut mengklaim mereka seharusnya bisa berbuat lebih banyak untuk menyelamatkannya.
Sidang pengadilan yang berlangsung selama lima bulan, yang dimulai pada bulan Maret tahun ini, mengungkap klaim-klaim mengerikan tentang kematian pesepakbola tersebut, termasuk perlakuan seperti binatang oleh tim yang dibayar untuk merawatnya.
Baca Juga: Rating Pemain Barcelona Melawan Chelsea: Ronald Araujo Paling Minor
Namun, persidangan tersebut dibatalkan secara dramatis hanya dalam waktu dua bulan setelah salah satu hakim ketua, Julieta Makintach, dipecat karena tampil dalam film dokumenter tentang kasus tersebut.
Artikel Terkait
Chelsea 3 Barcelona 0: Sensasional Estevao Menghajar Raksasa Spanyol, Meski Tiga Golnya dianulir
Manchester City 0 Bayer Leverkusen 2: Perjudian Besar Pep Guardiola Menjadi Bumerang
Thailand Diguyur Hujan Lebat, Stadion Sepak Bola untuk SEA Games Ke-33 Terendam Banjir
Conte: Napoli Belum Mati, Masih Ada Energi Positif
Cristiano Ronaldo Memilih Tempat Sakral untuk Pernikahannya dengan Georgina Rodriguez