SportlinkNews - Diperlukan penyelarasan besar-besaran dalam penyelenggaraan event olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ini harus dilakukan agar ekosistem olahraga Indonesia tidak boleh lagi terpecah oleh "ranah-ranahan" antara Kemenpora, KONI, KOI, maupun induk-induk cabang olahraga.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir usai pertemuan dengan jajaran pengurus KONI Pusat di Gd. KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.
Baca Juga: Jay Idzes Masuk Radar Transfer AC Milan, Kontrak Sampai 2029 Jadi Kendala
Dalam pertemuan bersama Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman tersebut, Erick menekankan bahwa olahraga Indonesia adalah satu keluarga besar yang harus bergerak dengan visi yang sama.
"Kalau kita bicara olahraga, enggak bisa punya ranah-ranahan. Tidak mungkin agenda nasional tidak nyambung dengan internasional dan tidak mungkin juga cabor hanya berdiri di KOI atau hanya di KONI, terus Kemenpora-nya dicuekin. Funding-nya kan dari kita," ujar Erick.
Untuk itu dalam bahasan topik diskusi bersama KONI, Erick mengatakan adanya penyelarasan program, salah satunya rencana PON hanya mempertandingkan cabang olahraga Olympic Sport atau cabang yang masuk dalam daftar Olimpiade.
Baca Juga: Audi F1 Gandeng Platform Perjalanan Perk dan Visit Qatar sebagai Mitra Resmi Musim 2026
"Tapi, kembali nanti ada diskusi khusus dengan pemerintah. Karena kita sedang mulai merapikan, apalagi terobosan yang dilakukan KONI luar biasa," ucapnya.
"Tadi saya disampaikan bahwa ke depan PON hanya Olympic Sport. Nah, kalau ngomong ranah-ranahan ini nanti enggak bisa, dong? Ya," tambah Erick.
Tapi, bagaimana dengan cabor-cabor yang lain, kata Erick, KONI Pusat sudah menjelaskan akan ada PON Pendamping. Namun, pihaknya meminta untuk memperjelas terlebih dahulu posisi Kemenpora seperti apa.
Baca Juga: Rifqi Ray Gantikan Marselino Ferdinan di SEA Games 2025, Timnas U-22 Indonesia Fokus Pertahankan Emas
Gagaran tersebut, menurut Erick yang harus dibicarakan lebih dalam agar tidak menimbulkan tumpang tindih dan perpecahan.
"Pertemuan satu jam tadi tentu belum menyelesaikan seluruh persoalan. Karena itu, kami akan membentuk tim khusus untuk membahas dan membuka semua masalah secara menyeluruh agar ditemukan solusi terbaik, termasuk terkait PON," ujarnya.
Jadi perhatian
Terkait dengan dualisme cabang olahraga, Erick menyebut hal itu termasuk bagian dari masalah struktural yang harus dibuka seluruhnya agar dapat diselesaikan bersama.
Baca Juga: Islam Makhachev Tantang Kamaru Usman, Ali Abdelaziz Sebut Duel Paling Sulit
"Kita akan membentuk tim untuk membuka semua permasalahan ini dan memberikan solusi yang baik. Termasuk soal PON dan dualisme cabor," tegasnya.
Erick mengapresiasi langkah KONI yang sejalan dengan kebijakan pemerintah, termasuk rencana penetapan 21 cabang olahraga prioritas.
Meski surat resmi belum diterbitkan, Erick memastikan konsolidasi nasional menuju PON akan menjadi bagian penting dari restrukturisasi olahraga Indonesia.
Artikel Terkait
Kemenpora Tetapkan 17 Cabor Promosi Cabang Olahraga, Baru Ada 7 Sisanya Masih Proses Promosi Degradasi
Sinergi Kemenpora dan Kejaksaan Perkuat Pembinaan Pemuda dan Olahraga, Pengawasan dari Sisi Tata Kelola
PSSI Optimis Timnas U-22 Pertahankan Emas SEA Games 2025 Meski Kemenpora Hanya Minta Perak
Kemenpora Siapkan Bantuan Olahraga untuk Pemulihan Korban Banjir di Aceh-Sumatera
Kemenpora Rampungkan Deregulasi Akhir Tahun, Erick Thohir Gandeng KONI Beri Masukan