Evolusi berlanjut lewat Jabulani pada 2010 dan Brazuca di 2014.
Baca Juga: SEA Games 2025: Timnas Putri Indonesia Menang 3-1 atas Singapura, Kans Lolos Semifinal Terbuka
Setelah itu hadir interpretasi modern melalui Telstar 18 (2018), Al Rihla dan Al Hilm (2022).
Kini, cerita bergerak maju dengan Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026 yang diluncurkan pada Oktober tahun ini.
Masing-masing bola merepresentasikan bukan hanya turnamen, tetapi era inovasi, kultur, dan identitas sepak bola.
Baca Juga: Terpuruk di Klasemen, Persis Solo Bersiap Datangkan Pelatih Baru
Adidas merilis koleksi ini dalam tiga format yang menyasar berbagai tipe penggemar dan kolektor.
Format pertama adalah FIFA World Cup Historical Mini Ball Set yang sudah dirilis dengan harga €250.
Paket ini memuat 15 bola resmi dalam ukuran mini, dengan lapisan laminasi dan inti busa, menjadikannya ideal sebagai pajangan.
Baca Juga: Jelang Lawan Filipina, Timnas U-22 Indonesia Fokus Rebut Tiket Semifinal SEA Games 2025
Set ini dikemas dalam kotak edisi khusus yang menggambarkan evolusi desain bola Piala Dunia, sehingga langsung menjadi pusat perhatian di ruang kolektor.
Bagi pencinta orisinalitas, adidas menyiapkan FIFA World Cup Historical Pro Ball Set (Size 5) yang hadir awal 2026 sebagai edisi terbatas di bawah 3.000 unit secara global.
Paket ini dibanderol €2.500, dengan setiap bola direproduksi hampir identik menggunakan teknologi bola yang sama seperti versi aslinya.
Koleksi ini ditujukan bagi mereka yang ingin merasakan autentisitas pertandingan sesungguhnya.
Artikel Terkait
Lewis Hamilton Menabrak Pembatas Jalan, Pembalap Inggris Itu Memegang Serpihan Ferrari
Putri KW Sempat Telat panas, Beregu Putri Indonesia Lolos ke Semifinal SEA Games 2025
Tren Kemenangan Borneo FC Putus, Fabio Lefundes Bakal Evaluasi Total Skuatnya
Kalahkan Arsenal, Aston Villa Kini Masuk dalam Perburuan Gelar Liga Primer
Enzo Maresca Tentang Cedera Liam Delap: Bahunya Terlihat Cukup Parah