SportlinkNews - Sebuah aksi unik dilakukan Charlie Burrell (40 tahun) yang bersepeda selama 12 jam dengan menunggangi sepeda jadul Penny-Farthing.
Aksi ini dilakukannya demi menggalang dana bagi dua organisasi amal yaitu People Against Parental Alienation dan Finley’s Touch, sebuah badan amal kanker anak setempat.
Sejauh ini, Burrell telah mengumpulkan £1.900 (Rp42 juta) untuk kedua organisasi itu. Menulis di halaman GoFundMe-nya, Burrell menjelaskan bahwa perjalanan tersebut akan menjadi cara untuk menghormati anak-anak, “para pejuang sejati”.
Baca Juga: Keajaiban Natal Liga Primer: Pemuncak Klasemen pada Hari Natal Selalu Gagal Jadi Juara
Sebagai seorang instruktur mengemudi, Burrell tumbuh sebagai seorang pesepeda balap yang antusias.
Sepeda penny-farthing yang ia gunakan untuk kegiatan amal ini adalah miliknya sendiri, dibeli dari seorang pria di East Sussex dengan harga hampir £2.000 (Rp45 juta).
Sebelumnya ia pernah mengendarainya dari London ke Brighton – sekitar 75 mil – “dan itu sangat menyakitkan,” katanya. Tantangan terbarunya, ia putuskan, akan menjadi yang terberat hingga saat ini.
Baca Juga: Usai Jalani Operasi, Alexander Isak Kirim Pesan ke Fans Liverpool
Pada hari Minggu, Burrell mengendarai sepeda penny-farthing-nya sejauh 101 mil (162,5km) dengan mengenakan kostum Santa Claus dan sepatu bot karet.
Ia memulai dari Dermaga Brighton pukul 8:30 pagi, dan berharap kembali sebelum matahari terbenam sekitar pukul 4 sore.
Sebaliknya, perjalanannya menyusuri jalan setapak di Sussex membawanya pada perjuangan berat selama 12 jam, diperparah oleh hujan, lubang di jalan, kegelapan, dan kecelakaan spektakuler hingga terjatuh dari sepeda.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Serie A Pekan ke-17, Inter Milan Ditantang Atalanta
“Bayangkan mencoba mengayuh sepeda menanjak dengan gigi terberat, sambil membawa ransel penuh batu bata,” kata Charlie Burrell, menggambarkan sensasi mengendarai sepeda penny-farthing dengan roda tetap.
Burrell memutuskan untuk menghindari jalan-jalan yang ramai, dan memilih jalur alternatif. Untuk jalur pedesaan bebas mobil dan jalur kereta api yang telah diubah fungsinya.
Artikel Terkait
Momen Unik: Arsenal Memasuki Musim ke-100 di Liga Primer dengan Mengalahkan Manchester United
Forever Reds Berikan Donasi untuk Perawatan Anak-anak dan Penderita Demensia
Kisah Unik Timnas Haiti: Lolos Piala Dunia Tanpa Kehadiran Sang Pelatih di Negeri Sendiri
Aksi Unik 9 Pembalap Red Bull Menerbangkan Pesawat Layang dengan Sepeda Balap