Dimitri Payet Dituduh Menyiksa Mantan Kekasihnya Selama 12 Jam

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 18 Januari 2026 | 10:19 WIB
Larissa Ferrari mengklaim Dimitri Payet menjebak dirinya dalam hubungan yang penuh kekerasan dan pelecehan.
Larissa Ferrari mengklaim Dimitri Payet menjebak dirinya dalam hubungan yang penuh kekerasan dan pelecehan.

SportlinkNews - Mantan bintang West Ham, Dimitri Payet, dituduh menyiksa mantan kekasihnya selama 12 jam dan membual telah meniduri 300 wanita.

Larissa Ferrari mengklaim pemain yang sudah menikah itu menggunakan kekuasaan dan statusnya untuk menjebak dirinya dalam hubungan yang penuh kekerasan dan pelecehan.

Ia menuduh Dimitri Payet mengendalikannya dengan "permainan pikiran" dan membuatnya mempertimbangkan bunuh diri.

Baca Juga: Renata Zarazua Bagikan Foto Tanpa Busana Setelah Menderita Sengatan Matahari

Mantan pemain internasional Prancis berusia 38 tahun itu juga dituduh memaksanya melakukan tindakan yang merendahkan.

Pengacara asal Brasil, Larissa, 29 tahun, mengklaim Payet meninggalkannya penuh memar setelah berhubungan seks dan menggunakan "hukuman" untuk mengendalikan setiap gerakannya.

Ia mengatakan bintang itu menyebutnya "tidak berharga" karena telah tidur dengan ratusan wanita lain.

Ia juga menuduh bahwa Payet mengendalikannya dengan mengaku memiliki koneksi mafia, dan bahwa ia hamil karena Payet tetapi kemudian mengalami keguguran. Payet dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga: Malaysia Andalkan Regenerasi, Indonesia Sambut Kembalinya Ginting di Kejuaraan Beregu Asia 2026

Larissa mengatakan ia bertemu Payet melalui Instagram pada Agustus 2023 sebelum bertemu langsung dengannya.

Ia tahu bahwa ayah empat anak itu, yang menikah dengan Ludivine, — tetapi mengatakan bahwa cinta mereka awalnya "manis".

Namun, ia mengatakan bahwa hubungan itu segera berubah menjadi "permainan yang mengerikan".

Baca Juga: Juventus Cetak Sejarah Serie A yang Tidak Diinginkan, Menguasai 78 Persen Bola Tapi Kalah

Ia mengklaim kejadian terburuk adalah setengah hari yang penuh penderitaan pada Januari 2025, di mana ia merasa harus melakukan tindakan "merendahkan" di depan kamera agar Payet berhenti.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: the sun

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X