SportlinkNews - Strategi regenerasi yang dijalankan tim para angkat berat Indonesia langsung menunjukkan hasil nyata di ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Para lifter muda yang menjalani debut internasional justru tampil tanpa gentar dan mampu menghadirkan kejutan besar dengan merebut medali emas dari tangan para atlet berpengalaman Asia Tenggara.
Salah satu sorotan utama datang dari Muhammad Hilman. Lifter asal Bogor itu tampil percaya diri di kelas 54 kilogram putra dan memastikan podium tertinggi lewat total angkatan 167 kilogram.
Baca Juga: Seleksi Tahap Pertama Timnas Sepak Bola Mini Indonesia Jaring 24 Pemain Terbaik
Hasil tersebut mengantarkannya meraih emas pada penampilan perdananya di ajang multievent olahraga disabilitas se-Asia Tenggara ini, sekaligus menegaskan kesiapan mentalnya menghadapi tekanan pertandingan besar.
Hilman mengakui sempat merasakan ketegangan di awal kompetisi, namun ia mampu menjaga fokus hingga angkatan penentuan.
Ia mengungguli dua lifter Vietnam yang sudah memiliki jam terbang tinggi, bahkan pernah tampil di level Paralimpiade.
Baca Juga: Federico Barba Bertahan, Persib Segera Perkenalkan Pemain Asing Baru
"Tadi sempat mencoba angkatan baru seberat 179 kilogram. Saat latihan, saya biasa mengangkat 173 kilogram. Sebenarnya rasanya sudah enak, hanya saja masih meleset. Medali emas ini saya persembahkan untuk bangsa Indonesia," tutur peraih emas PON Papua tersebut.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa debutan Indonesia mampu bersaing dengan atlet elite kawasan.
Keberhasilan Hilman menambah panjang daftar lifter muda Indonesia yang langsung bersinar. Sehari sebelumnya, Eliana dari Jawa Tengah membuka torehan emas dari kelas 41 kilogram putri.
Baca Juga: Cetak Gol ke-106 Robert Lewandowski Samai Rekor Gol Cristiano Ronaldo di Liga Champions
Dengan angkatan terbaik 78 kilogram, Eliana sukses menundukkan lifter Filipina dan Laos, sekaligus mengirim sinyal kuat bahwa regenerasi di sektor putri berjalan ke arah positif.
Momentum emas dari para debutan kemudian dilengkapi oleh M. Mabruk Arib Dzaky di kelas 59 kilogram putra. Dzaky tampil dominan sejak angkatan pertama hingga terakhir, memastikan emas dengan selisih jauh dari pesaing terdekatnya.
Penampilan konsisten Dzaky menegaskan kontrol teknik dan kesiapan fisik yang matang meski baru pertama kali tampil di APG.
Baca Juga: Milomir Seslija Pastikan Persis Solo Siap Layani Tantangan Borneo FC di Putaran Kedua Super League
Pelatih para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, menilai keberhasilan para debutan tak lepas dari mental bertanding yang stabil.
Menurutnya, para lifter muda mampu menekan rasa gugup dan bertanding sesuai rencana, meski berhadapan dengan atlet berstatus Paralimpiade.
Hingga hari kedua pertandingan, tim para angkat berat Indonesia telah mengamankan tiga medali emas dan dua perak. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk mendekati target delapan emas yang dicanangkan sejak awal.
Baca Juga: Hasil Liga Champions Matchday 7: Lima Wakil Liga Primer Raih Kemenangan, Liverpool dan Newcastle Menang Telak
"Alhamdulillah, dalam dua hari ini kami sudah meraih kembali tambahan emas dan perak, untuk memenuhi target total delapan emas," imbuh Coni.
"Kejutan justru datang dari debutan kami, Hilman, yang sebelumnya diperkirakan meraih perak, tetapi mampu mempersembahkan medali emas," katanya.
Artikel Terkait
Strategi Balik Layar Tim Indonesia di ASEAN Para Games 2025: Dapur Khusus Demi Performa Atlet
Kemenangan Perdana Jadi Modal Tim Sepak Bola Cerebral Palsy Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Meski Tersungkur, Tim Basket Kursi Roda 3x3 Indonesia Tetap Optimis Raih Perunggu ASEAN Para Games 2026
Menpora Erick Suntikkan Semangat Atlet Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand
Para Renang Jadi Pembuka Kran Emas Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand