SportlinkNews - Komite Olimpiade Indonesia atau NOC Indonesia memastikan ikut mengawal penanganan dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di pelatihan nasional (pelatnas) cabang panjat tebing.
Pengawalan dilakukan melalui program safeguarding yang telah dijalankan secara sistematis sejak 2024.
Langkah tersebut sejalan dengan sikap tegas Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang mendorong agar investigasi internal dilakukan secara menyeluruh oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Baca Juga: Kerasnya Persaingan All England 2026, Dua Wakil Indonesia Langsung Angkat Koper di Babak Pertama
Ia juga menegaskan bahwa sanksi berat harus dijatuhkan apabila terduga pelaku terbukti bersalah.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa kasus ini merupakan persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Menurutnya, pelatnas harus menjadi ruang aman bagi atlet untuk berkembang, bukan tempat yang justru menghadirkan rasa takut.
Baca Juga: Ujian Berat di Jalur Juara, Persija Bersemangat Jamu Borneo FC
"Kami prihatin atas dugaan yang terjadi. NOC Indonesia mendukung penuh langkah cepat dan tegas Menpora untuk memastikan proses investigasi berjalan objektif, transparan, profesional, dan berkeadilan," ujar Okto.
"Lingkungan pelatnas wajib menjadi ruang yang aman, di mana atlet merasa dihormati dan dilindungi."
Sebagai bentuk komitmen konkret, NOC Indonesia mengaktifkan Safeguarding Task Force untuk memantau jalannya investigasi dan memastikan prinsip perlindungan atlet dijalankan.
Baca Juga: Kekalahan Beruntun Tak Goyahkan Ambisi Real Madrid
Program safeguarding yang dimulai sejak tahun lalu dirancang sebagai komitmen moral sekaligus tanggung jawab institusional dalam menciptakan ekosistem olahraga yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun intimidasi.
Tak hanya itu, NOC Indonesia juga telah mengirimkan surat resmi kepada seluruh federasi nasional anggotanya agar memperkuat edukasi, sosialisasi, serta penerapan kebijakan safeguarding secara konsisten dan terukur.
Upaya tersebut mencakup pencegahan, mekanisme pelaporan yang aman, serta perlindungan terhadap korban.
Baca Juga: Jorge Martin Puji Performa Marco Bezzecchi di MotoGP Thailand
Okto menekankan, tidak ada ruang kompromi terhadap segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan olahraga. Menurutnya, kasus ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan perlindungan atlet secara menyeluruh.
"Kami terus berkoordinasi intensif dengan FPTI, Kemenpora, dan berbagai federasi cabang olahraga. Ini menjadi pengingat bagi semua pemangku kepentingan untuk memperkuat pencegahan dan edukasi," tegasnya.
"NOC Indonesia berkomitmen mendukung setiap langkah strategis pemerintah dalam menciptakan ekosistem olahraga nasional yang berintegritas, profesional, dan bebas dari kekerasan."
Artikel Terkait
Panjat Tebing Indonesia Semakin Terkenal, Yenny Wahid Jabat Wakil Presiden IFSC Asia 2025-2027
Maluku Utara Bidik Status Pusat Panjat Tebing Berbasis Alam di Indonesia Timur
Sapu Bersih Emas, Panjat Tebing Indonesia Dominasi Nomor Speed SEA Games 2025
Yenny Wahid Semringah, Panjat Tebing Borong Medali di SEA Games Thailand 2025
Dugaan Pelecehan di Pelatnas, Pelatih Kepala Timnas Panjat Tebing Dinonaktifkan