SportlinkNews - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas pelatih melalui pendekatan modern dengan menggelar Program Coach Educator Development pada 6-10 April 2026 di Jakarta.
Program yang digagas Departemen Teknik PSSI ini menghadirkan instruktur internasional, Alistair John Smith, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para coach educator di Indonesia.
Sebanyak 48 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang dibagi ke dalam dua gelombang. Mereka merupakan coach educator yang memiliki peran penting dalam proses pendidikan dan pengembangan pelatih di berbagai daerah.
Baca Juga: Kobaran Api Melumat Mobil Balap Nascar di Bristol Motor Speedway
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam memodernisasi sistem pendidikan pelatih nasional.
"Sepak bola Indonesia membutuhkan pelatih yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu mengajar dengan metode yang relevan, terstruktur, dan berbasis kebutuhan permainan," ujarnya mewakili PSSI.
"Peran coach educator sangat penting dalam memastikan kualitas tersebut bisa ditransfer dengan baik."
Baca Juga: Indonesia Lengkapi Kuota Lead, Delapan Atlet Lolos ke Asian Games 2026
Menurut Yunus, peningkatan kualitas pelatih harus dimulai dari penguatan para pengajarnya. Karena itu, program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan merancang materi pelatihan serta menyampaikannya secara efektif.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi yang menitikberatkan pada penyusunan tujuan pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis prinsip andragogi, hingga penerapan pendekatan berbasis permainan.
Selain itu, aspek komunikasi, interaksi, dan penyesuaian metode latihan dengan kebutuhan di lapangan juga menjadi fokus utama.
Baca Juga: Evaluasi Jujur Viktor Gyokeres Usai Arsenal Dibungkam Bournemouth
Program ini juga mendorong diskusi aktif antar peserta guna mencari solusi atas berbagai tantangan dalam proses edukasi pelatih.
Yunus berharap, melalui kegiatan ini akan terbentuk komunitas coach educator yang profesional dan solid, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.
"Ini bagian dari investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan pembinaan pelatih berjalan lebih sistematis dan mengikuti perkembangan sepak bola modern," ungkapnya menambahkan.
Artikel Terkait
Herdman Apresiasi PSSI Award: Momen Motivasi Timnas Jelang Final vs Bulgaria
Sassuolo Ucapkan Selamat Usai Bang Jay Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik PSSI
PSSI Tegaskan Status WNI Pemain Diaspora Sah, Masalah di Belanda Murni Administratif
PSSI Seriusi Proses Naturalisasi Luke Vickery
Lengkapi Jadwal Internasional, PSSI Agendakan Timnas Indonesia Mainkan Dua Laga