"Saya tidak menyukainya sama sekali, saya tidak tahu ada trek bersepeda. Satu-satunya yang saya tahu adalah sepeda gunung dan Tour de France," ungkapnya.
"Setelah tes tersebut, pelatih BMX berbicara tentang penampilan saya dan berita tersebut menjadi perhatian pelatih Olimpiade di Paris," lanjutnya.
"Tiga bulan kemudian dia menelepon orang tua saya dan mengundang saya ke Paris untuk mencoba trek bersepeda," kata Mathilda.
"Saya menemukan dunia baru dan saya menyukainya. Ketika saya kembali pada bulan September 2014, saya berusia 15 tahun dan saya bergabung dengan INSEP (pusat olahraga nasional Prancis-Red) untuk memulai lintasan bersepeda," kenang Mathilda.
Mathilda mengaku pada awalnya sangat sulit menjalaninya. Dirinya sering terjatuh dan mengalami kesulitan di trek. Tapi perempuan ini tidak mau menyerah, dia terus berjuang.
Pelatihnya banyak membantu dirinya sejak awal. Dua tahun pertama yang dijalani Mathilda tidaklah mudah.
"Saat saya menyadari bahwa saya benar-benar mempunyai potensi adalah ketika, sebagai junior, saya sprint di nomor 200m dalam waktu 10,70 detik, yang merupakan rekor dunia!" katanya.
"Saat itu saya menyadari bahwa saya mempunyai kekuatan dan saya perlu banyak bekerja!" katanya.
"Bakat memang penting, tapi itu tidak cukup untuk menjadikanmu juara Olimpiade, jadi aku berkata pada diriku sendiri, ayo berangkat, ayo bekerja!" tekadnya.
Selanjutnya, bisa ditebak. Mathilda menggapai banyak kesuksesan di cabang balap sepeda.
Setelah sukses dalam karir juniornya, Mathilda memenangkan beberapa gelar senior, termasuk emas Eropa di Keirin (2018) dan medali perunggu sprint di kejuaraan dunia lintasan UCI 2019 di Pruszkow, Polandia.
Mathilda juga mendulang medali emas lainnya di kejuaraan balap sepeda Eropa U23 di Ghent. Dia juga meraih medali perak di nomor sprint individu pada European Games 2019, di Minks.
Dan tahun ini, merebut emas Olimpiade adalah impian terbesarnya.
Artikel Terkait
Semakin Pentingnya Sports Science dan Kedokteran
Sukseskan PON XXI Aceh-Sumut, Garuda Tambah Flight
Fashion dan Olahraga: Bagaimana Atlet Mempengaruhi Tren Fesyen
Aldi Mahendra Raih Podium Dua di Race 1 WorldSSP300 Spanyol